Sooyoung berkata, “Dalam adegan perkelahian yang terjadi di klub tersebut, Katla Park muncul di saat yang menjadi titik balik bagi Eve Macaro.”
“Itu adalah momen ketika Eve mulai menyadari identitasnya sebagai seorang pembunuh. Saya merasa bahwa Katla dan adegan itu sendiri sangat penting bagi perjalanan Eve,” lanjutnya.
Merefleksikan kesan pertama terhadap naskah tersebut, Sooyoung berkata, “Meskipun ini adalah film laga, saya sangat tertarik dengan ceritanya karena mengeksplorasi hubungan antara ayah dan anak perempuannya.”
“Saya benar-benar mencintai keluarga saya, dan bagi saya mereka berarti dalam segalanya. Hubungan emosional itu membuat cerita ini semakin bermakna bagi saya,” lanjutnya.
Untuk lebih memahami karakternya, Sooyoung menciptakan latar belakang pribadi untuk Katla.
“Saya membayangkan bahwa itu adalah hari ulang tahun Katla Park, dan dari sudut pandang karir, hari ini merupakan titik balik utama ketika mimpinya akhirnya menjadi kenyataan. Itu adalah hari yang penuh dengan alasan untuk merayakan.”
“Ia mungkin percaya bahwa hanya kebahagiaan dan kesuksesan yang menantinya. Menciptakan latar belakang ini membantu saya mengekspresikan rasa takutnya, keinginannya untuk bertahan hidup, dan emosinya yang kompleks,” tambahnya.
Berbicara tentang lawan mainnya Ana de Armas, Sooyoung berkata, “Ia adalah orang yang baik dan membuat saya merasa seperti benar-benar menjadi bagian dalam tim.”
“Sebagai seorang aktris, yang paling membuat saya terkesan adalah keterlibatannya yang total dalam perannya. Dedikasi itu terlihat jelas dalam semua karyanya sebelumnya,” tambahnya.
Sementara itu, film “Ballerina” yang menampilkan Choi Sooyoung akan tayang perdana di Amerika Serikat pada tanggal 6 Juni 2025 dan akan rilis di Korea Selatan pada bulan Agustus 2025. ***
