ADVERTISEMENT
Koran Mandala –Kota Bandung kembali menjadi panggung kebebasan ekspresi lewat gelaran MODS MAYDAY 2025, Sabtu (31/5). Sekitar 1.000 scooterist dari berbagai komunitas Vespa dan motor klasik memadati jalanan dalam parade City Rolling yang memulai perjalanan dari Jalan Belitung dan berakhir di Sabilulungan Dome, Soreang.
Namun, dari sekian banyak wajah, satu sosok tak biasa menyedot perhatian, Zalnando, pemain belakang andalan Persib Bandung yang ikut turun ke jalan dengan motor klasiknya.
Kehadiran Zalnando dalam acara ini bukan gimmick atau sekadar formalitas. Ia hadir sebagai bagian dari komunitas, mengendarai Vespa tua miliknya dan mengenakan atribut khas Mods—jaket parka tebal, helm retro, dan gaya yang benar-benar menyatu dengan kultur subkultur yang dibawa oleh acara ini.
ADVERTISEMENT
Di Tengah Banyaknya Pemain yang Hengkang, Pemain Ini Kabarnya Perpanjang Kontrak Dengan Persib
Sosok yang biasanya dikenal lewat tackling keras dan pergerakan eksplosif di sisi kiri lapangan itu, kini tampil sebagai rider sejati yang larut dalam semangat kolektif MODS MAYDAY.
City Rolling dimulai tepat pukul 10.00 WIB, saat bendera start dikibarkan dan ribuan mesin mulai meraung membelah udara pagi Bandung. Konvoi bergerak penuh semangat menyusuri jalanan kota, melewati kawasan ikonik dan menyatu dengan atmosfer urban Bandung yang akrab dengan denyut subkultur.
Di antara deru knalpot dan dentuman musik rock n’ roll, Zalnando melaju santai bersama komunitas, menunjukkan sisi lain dari dirinya yang jarang terlihat di atas lapangan.
MODS MAYDAY bukan hanya soal motor tua atau nostalgia akan era 60-an di Inggris. Ia adalah ruang ekspresi yang merayakan keberagaman, solidaritas, dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat urban.
Di sini, tidak penting siapa kamu di luar sana—apakah seorang pekerja kantoran, seniman jalanan, pengusaha muda, atau bahkan pemain profesional di klub sebesar Persib, semua menyatu dalam satu rombongan yang bergerak dengan irama yang sama, cinta pada jalanan dan semangat kebebasan.
Zalnando menjadi simbol menarik dari pertemuan antara dunia olahraga dan kultur jalanan. Ia membuktikan bahwa seorang atlet bukan sekadar figur yang hidup di bawah sorotan stadion, melainkan juga manusia biasa yang punya kecintaan terhadap komunitas dan budaya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






