KORAN MANDALA –Tren fashion di Kota Bandung terus menghadirkan beragam gaya yang menarik perhatian anak muda. Mulai dari streetwear, pakaian bergaya vintage, hingga thrifting, berbagai pilihan busana dimanfaatkan untuk menunjang penampilan sekaligus mengekspresikan karakter diri.
Salah satu tren yang masih diminati adalah thrifting atau berburu pakaian bekas yang masih layak pakai. Selain menawarkan beragam model pakaian, kegiatan ini menjadi alternatif bagi anak muda yang ingin mendapatkan outfit unik dengan harga relatif terjangkau.
Salah satu tempat yang dikenal sebagai tujuan berburu pakaian thrift di Bandung adalah Pasar Cimol Gedebage. Kawasan ini menawarkan berbagai pilihan busana, mulai dari kaus, kemeja, jaket, hingga celana dengan model yang beragam.
Thrifting Jadi Pilihan untuk Tampil Berbeda
Thrifting tidak hanya berkaitan dengan kegiatan membeli pakaian bekas. Bagi sebagian anak muda, aktivitas ini juga menjadi cara untuk menemukan model busana yang berbeda dari koleksi pakaian di toko pada umumnya.
Pakaian bergaya vintage, kaus dengan desain unik, hingga jaket berpotongan klasik menjadi beberapa pilihan yang dapat dipadukan untuk menciptakan penampilan sesuai selera.
Di Pasar Cimol Gedebage, pengunjung dapat menyusuri berbagai lapak untuk mencari pakaian yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. Berdasarkan laporan detikJabar pada Oktober 2026, sejumlah pedagang menawarkan pakaian dengan harga mulai Rp10.000 hingga Rp35.000, bergantung pada jenis dan kualitas barang.
Harga yang bervariasi membuat pengunjung perlu lebih teliti saat memilih pakaian, terutama untuk memastikan kondisi bahan, jahitan, ukuran, dan kebersihan barang.
Streetwear dan Gaya Vintage Masih Menarik Perhatian
Selain thrifting, gaya streetwear juga menjadi salah satu pilihan fashion yang lekat dengan budaya anak muda perkotaan. Gaya ini umumnya memadukan kaus, celana longgar, jaket, sepatu kasual, dan aksesori untuk menciptakan penampilan santai.
Sementara itu, gaya vintage menawarkan nuansa klasik melalui pemilihan warna, potongan pakaian, dan motif yang terinspirasi dari tren fashion masa lalu.
Kedua gaya tersebut dapat dipadukan sesuai kreativitas masing-masing. Misalnya, kaus bergaya vintage dipadukan dengan celana longgar dan sepatu kasual untuk menghasilkan penampilan yang santai tetapi tetap menarik.
Meski demikian, tren fashion tidak selalu harus diikuti secara keseluruhan. Anak muda dapat menyesuaikan pilihan pakaian dengan kenyamanan, kebutuhan, serta karakter pribadi.
Bandung dan Budaya Fashion Anak Muda
Bandung telah lama dikenal memiliki ekosistem fashion yang beragam, mulai dari distro lokal hingga pusat perdagangan pakaian bekas. Keberadaan Pasar Cimol Gedebage menjadi salah satu bagian dari dinamika tersebut.
Aktivitas thrifting juga berkembang melalui media sosial. Sejumlah pedagang memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan koleksi pakaian dan menjangkau pembeli yang tidak selalu datang langsung ke lokasi.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas mencari pakaian kini dapat dilakukan melalui berbagai cara. Konsumen bisa memilih berbelanja langsung untuk memeriksa kondisi barang atau mencari koleksi melalui kanal penjualan daring.
Di tengah beragam pilihan yang tersedia, tren fashion memberikan ruang bagi anak muda untuk bereksperimen dengan penampilan. Perpaduan antara pakaian lokal, streetwear, dan busana vintage pun dapat menjadi pilihan untuk membangun gaya personal.
Pada akhirnya, tampil menarik tidak selalu harus bergantung pada harga pakaian atau merek yang dikenakan. Kreativitas dalam memadukan busana, kenyamanan, dan kesesuaian dengan karakter diri menjadi hal yang dapat dipertimbangkan saat menentukan gaya fashion.
(fikri syahdan)
