Kamis, 26 Februari 2026 6:50

KORANMANDALA.COM – Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi , Mochamad Ulan Surlan, merealisasikan aspirasi masyarakat melalui pembukaan pelatihan service handphone (HP) yang digelar di Hotel Poster, Kota Bandung, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Reses 2025 yang dilakukan Ulan di sejumlah wilayah daerah pemilihannya yaitu dapil 1. Dalam reses tersebut, banyak warga menyampaikan kebutuhan akan pelatihan keterampilan yang bisa langsung digunakan untuk menambah penghasilan.

“Ini adalah jawaban atas aspirasi masyarakat saat reses. Banyak warga, khususnya anak muda, yang ingin memiliki keterampilan praktis agar bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Ulan Rabu 24 Februari 2026.

Kasus TBC Bandung Tertinggi Kedua di Jabar, Ahli: Angka Tinggi Bisa Tanda Deteksi Aktif

Ulan menjelaskan, saat turun ke lapangan dalam agenda reses, ia menemukan tingginya minat masyarakat terhadap pelatihan teknis yang memiliki peluang usaha luas. Service HP dinilai sebagai salah satu keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

Menurutnya, penggunaan ponsel pintar yang semakin masif di tengah masyarakat membuka peluang usaha perbaikan dan perawatan perangkat elektronik tersebut.

“Semua orang sekarang pakai HP. Artinya peluang pasarnya ada. Tinggal bagaimana kita siapkan SDM yang punya keahlian,” katanya.

Politisi PKB itu menegaskan, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk membuka usaha mandiri atau bekerja di bidang service elektronik.

“Harapannya setelah pelatihan ini, peserta tidak hanya dapat sertifikat, tapi benar-benar punya kemampuan dan berani membuka usaha sendiri,” tegasnya.

Ulan juga memastikan bahwa program serupa akan terus dikawal dan dievaluasi agar tepat sasaran serta berkelanjutan.

Sebagai wakil rakyat, Ulan menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi warga melalui mekanisme reses maupun pembahasan program di DPRD.

“Reses itu bukan formalitas. Itu momen kami menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Dan sudah menjadi kewajiban kami untuk menindaklanjutinya,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda hingga masyarakat umum yang ingin meningkatkan keterampilan di bidang teknologi.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan lahir wirausahawan baru di Kota Bandung yang mampu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus membuka lapangan pekerjaan di lingkungannya.

Koranmandala.com

Exit mobile version