ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Tiga hari menjelang bulan suci Ramadan, harga bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Ciawitali, Kabupaten Garut, mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan pantauan di lapangan, lonjakan harga sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya cabai rawit yang pada Minggu (15/2/2026) mencapai Rp100 ribu per kilogram di tingkat pengecer.
Selain itu, harga bawang merah tercatat Rp36 ribu per kilogram, daging ayam ras naik dari Rp36 ribu menjadi Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram, serta telur ayam yang sebelumnya Rp25 ribu kini menembus Rp28 ribu per kilogram.
ADVERTISEMENT
Untuk komoditas lain, harga tomat berada di kisaran Rp10 ribu per kilogram, sementara bawang putih relatif stabil di angka Rp30 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang bumbu dan sayuran di Pasar Ciawitali, Oping (58), mengatakan kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri, sementara pasokan dari wilayah Garut terbatas.
“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, cabai merah dan cabai rawit pasokannya kurang. Kami mengambil stok dari Jawa Timur dan Jawa Tengah karena pasokan dari Garut tidak mencukupi. Yang penting stok tetap tersedia untuk wilayah Garut,” ujar Oping, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, para pedagang berupaya mencari pasokan dari luar daerah untuk menjaga ketersediaan barang di pasar.
Pada Kamis (12/2/2026), Abdusy Syakur Amin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Ciawitali guna meninjau langsung kenaikan harga dan memastikan ketersediaan bapokting menjelang Ramadan.
Syakur mengatakan, pemerintah daerah telah mengantisipasi potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan saat memasuki bulan puasa, tradisi munggahan, hingga Idulfitri.
“Kami bersama Sekda dan Dinas Perdagangan mengecek langsung ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok penting karena biasanya terjadi kenaikan menjelang puasa dan Lebaran,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Garut untuk terus memantau perkembangan harga di pasar serta segera mencari solusi apabila terjadi kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak wajar.
“Saya minta dilakukan monitoring secara intensif dan mencari sumber persoalan jika ada indikasi kenaikan. Upayakan harga tahun ini tidak melampaui harga tahun sebelumnya,” tegas Syakur.
Kenaikan harga bahan pokok turut dikeluhkan pelaku usaha kecil. Ratih (30), pedagang ayam geprek asal Kelurahan Sukamenteri, mengaku kebingungan menyikapi lonjakan harga daging ayam, cabai, dan bawang.
“Kalau harga bahan naik tinggi, kami bingung. Mau menaikkan harga jual takut pembeli berkurang. Tapi kalau porsi dikurangi, pembeli juga protes. Tidak semua konsumen memahami kondisi harga bahan pokok,” kata Ratih.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menstabilkan harga agar tidak melonjak terlalu tinggi dan tidak berlangsung lama.
“Kalau memang naik, jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu lama. Supaya kami tetap bisa berjualan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






