ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Fluktuasi harga bahan pangan mulai dirasakan pedagang dan pembeli di Pasar Gedebage, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan signifikan adalah cabai, yang harganya melonjak dalam beberapa hari terakhir.
Ajat (38), pedagang sayuran di Pasar Gedebage, mengatakan kenaikan harga paling terasa terjadi pada cabai. Menurutnya, curah hujan yang turun sejak malam hari berdampak pada pasokan dari pemasok sehingga harga langsung naik.
“Cabai sekarang Rp40 ribu per kilo. Sebelumnya masih Rp25 ribu. Kemarin hujan dari malam, jadi pasokan berkurang dan harga langsung naik,” kata Ajat saat ditemui, Senin 19 Januari 2026
ADVERTISEMENT
Meski harga cabai meningkat, Ajat menyebut aktivitas jual beli di lapaknya masih berjalan normal. Ia mengaku pembeli tetap datang dan tidak terlalu terpengaruh oleh kenaikan harga tersebut.
“Masih ramai, pembeli tetap ada. Nggak terlalu ngaruh ke penjualan,” ujarnya.
Dari sisi konsumen, Nia (70), salah seorang pengunjung Pasar Gedebage, mengaku tetap berusaha menyesuaikan belanja di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Ia berharap harga pangan dapat lebih stabil, terutama menjelang bulan Ramadan.
“Yang penting harganya stabil, jangan naik terus. Biar belanja masih bisa diatur,” kata Nia.
Sementara itu, Nendah (45), pedagang beras di Pasar Gedebage, menyebut kenaikan harga beras sudah menjadi pola tahunan yang biasanya terjadi sejak Desember dan berpotensi turun kembali saat musim panen.
“Setiap tahun memang naik dari bulan Desember. Kalau panen bagus, biasanya harga bisa turun lagi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan harga beras dari pemasok terakhir naik sekitar Rp400 per kilogram. Namun, Nendah memilih menahan harga jual karena daya beli masyarakat yang terus menurun.
“Daya beli sekarang turun hampir 50 persen. Pembelinya masih ada, tapi jumlah belinya berkurang. Dulu bisa beli 1,5 kilo, sekarang paling 0,5 kilo,” katanya.
Menurut Nendah, beras murah kini semakin sulit ditemukan. Harga beras termurah saat ini berada di kisaran Rp31 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Kondisi tersebut sudah terasa sejak akhir 2025 dan masih berlanjut hingga sekarang.
Menjelang Lebaran, ia memperkirakan harga beras masih berpotensi kembali naik, tergantung hasil panen. Meski demikian, ia berupaya menahan kenaikan harga selama masih memungkinkan.
“Kalau naiknya Rp400 sampai Rp500 per kilo masih bisa ditahan. Tapi kalau sudah Rp1.000 per kilo, itu sudah nggak bisa dihindari,” ujarnya.
Ia berharap kondisi ekonomi ke depan dapat membaik sehingga daya beli masyarakat kembali meningkat dan aktivitas pasar kembali ramai.
“Semoga ekonomi membaik dan pasar bisa kembali ramai,” pungkasnya.
Luqman Dwirizal Arifin/MG
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






