Kamis, 26 Februari 2026 19:35

KORANMANDALA.COM – Apa penyebab harga terus melemah?

Bitcoin kembali amblas setelah reli yang cukup menggairahkan sebelumnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, investor global melakukan likuidasi besar-besaran di aset kripto, memicu tekanan jual yang sangat tajam.

Pedagang Thrifting di Bandung Keluhkan Pengetatan Impor Barang Bekas

Karena hal itu, arus modal keluar dari pasar digital semakin masif dan membuat harga Bitcoin menuju rekor bulanan terburuk sejak krisis kripto 2022.

Faktor Makro yang Memicu Tekanan

Sentimen risiko menyelimuti pasar keuangan. Investor mulai enggan menahan aset berisiko seperti kripto karena kekhawatiran soal suku bunga.

Menurut laporan, potensi pemangkasan suku bunga oleh The Fed kini mulai diragukan, sehingga dana lebih mengalir ke instrumen tradisional yang dianggap lebih aman.

Selain itu, likuidasi paksa (forced liquidation) juga menjadi faktor kunci. Berdasarkan data, gelombang likuidasi ini tidak hanya terjadi di kripto kecil, sebagian besar berasal dari posisi besar di Bitcoin.

Koreksi, Bukan Krisis Total?

Beberapa analis dan platform kripto menganggap kondisi ini lebih sebagai koreksi berat, bukan kehancuran pasar jangka panjang.

INDODAX, misalnya, menyatakan bahwa penurunan ini adalah bagian dari siklus normal pasar kripto.

Namun, kenyataan bahwa penurunan saat ini masuk dalam kategori “salah satu koreksi paling tajam” membuat banyak pelaku pasar waspada.

CoinDesk melaporkan bahwa Bitcoin turun di bawah US$ 90.000 dan sejumlah analis memperkirakan titik terendah lokal berada di kisaran US$ 84.000 hingga US$ 86.000.

1 2
Exit mobile version