Jumat, 27 Februari 2026 16:05

KORANMANDALA.COM – Update harga hari ini 10 Oktober 2025

Antam mengalami penurunan signifikan hari ini. Setelah sempat mencapai level tertinggi, harga jual per gram turun sebesar Rp 9.000 menjadi Rp 2.294.000 pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Pada pekan sebelumnya, harga berada di level Rp 2.235.000, sehingga meskipun turun, nilai emas hari ini masih lebih tinggi sekitar Rp 59.000 dibanding harga pekan lalu.

Harga Emas Antam 9 Oktober 2025: Tembus Rp 2,3 Juta per Gram

Sementara itu, harga buyback (pembelian kembali) ikut turun dari rekor sebelumnya. Harga buyback hari ini menjadi Rp 2.142.000 per gram, turun Rp 9.000 dari sebelumnya.

Dengan demikian, pasar emas menunjukkan volatilitas tinggi dalam rentang waktu relatif pendek.

Daftar Harga Emas Antam per Berat

Berat
Harga Dasar
Harga Setelah Pajak (PPh 0,25%)
0,5 gr
Rp 1.197.000
Rp 1.199.993
1 gr
Rp 2.294.000
Rp 2.299.735
2 gr
Rp 4.538.000
Rp 4.549.345
3 gr
Rp 6.789.000
Rp 6.805.973
5 gr
Rp 11.285.000
Rp 11.313.213
10 gr
Rp 22.490.000
Rp 22.546.225
25 gr
Rp 56.060.000
Rp 56.200.150
50 gr
Rp 111.955.000
Rp 112.234.888
100 gr
Rp 223.760.000
Rp 224.319.400
250 gr
Rp 559.090.000
Rp 560.487.725
500 gr
Rp 1.117.900.000
Rp 1.120.694.750
1000 gr
Rp 2.234.600.000
Rp 2.240.186.500

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyebab Penurunan & Trend Pasar

  1. Sentimen pasar global yang membaik mendorong investor alihkan ke aset berisiko seperti saham.

  2. Kenaikan suku bunga acuan atau kekhawatiran inflasi dapat menekan daya tarik emas sebagai lindung nilai.

  3. Penguatan nilai rupiah terhadap dolar AS juga turut menekan harga logam mulia di pasar lokal.

Karena itu, harga emas bisa berfluktuasi tajam dalam hitungan hari atau jam. Jika kondisi eksternal membaik, harga bisa rebound. Jika sebaliknya, penurunan bisa berlanjut.

Tips Agar Tidak Rugi dalam Investasi Emas

  • Pantau tren global: Ikuti data ekonomi global seperti inflasi AS, kebijakan moneter, dan dinamika pasar saham.

  • Jangan beli di puncak: Tunggu koreksi harga agar Anda tidak membayar terlalu mahal.

  • Gunakan strategi rata-rata (dollar cost averaging): Beli secara berkala dengan nominal sama untuk meminimalkan risiko timing buruk.

  • Cek spread & biaya: Pastikan margin penjualan kembali (buyback) dan potongan pajak tidak terlalu tinggi.

  • Jangan semua aset di emas: Diversifikasi ke aset lain seperti saham, obligasi, atau properti agar risiko tidak terkonsentrasi.*

Exit mobile version