ADVERTISEMENT
Koran Mandala – Masalah serius kembali mencuat di Pasar Suci, Kota Bandung. Proyek revitalisasi yang belum juga rampung, kini diperparah dengan tumpukan sampah dan parkir liar yang kian semrawut, mengganggu kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
Pantauan di lapangan pada Jumat, 20 Juni 2025, menunjukkan area belakang pasar dipenuhi sampah menumpuk yang menimbulkan bau menyengat. Situasi ini makin diperparah dengan kurangnya area parkir, membuat arus kendaraan tersendat dan pengunjung merasa enggan datang.
Pedagang Tradisional Desak Aktivasi Pasar Suci yang Mangkrak Delapan Tahun
ADVERTISEMENT

“Setiap hari kami berdagang dalam kondisi bau sampah. Saya sudah terbiasa, tapi pembeli sering batal belanja karena tidak tahan bau dan tidak ada tempat parkir,” keluh Surya (37), pedagang Pasar Suci.
Menurut Surya, pengelolaan kebersihan dan parkir sangat minim. Sampah sudah lama tidak diangkut dan kendaraan yang diparkir di pinggir jalan membuat pengunjung takut karena rawan ditindak oleh Dishub atau Satpol PP.

“Sudah berkali-kali kami sampaikan ke pengelola, tapi tidak ada perubahan. Sampah itu sudah menumpuk berbulan-bulan,” tambahnya.
Keluhan juga datang dari pengunjung, salah satunya Sumaryati (50), warga Cihaurgelis. Ia mengaku tidak nyaman saat masuk ke area pasar. “Pasar ini jadi seperti tempat pembuangan sampah, bukan tempat belanja,” ujarnya.
Pedagang berharap Pemerintah Kota Bandung segera mengambil langkah konkret dalam penataan pasar tradisional. Bukan hanya mempercepat revitalisasi, tapi juga membenahi manajemen kebersihan dan perparkiran agar roda ekonomi rakyat kecil tidak terganggu. (Muhammad Sandy)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






