Sabtu, 28 Februari 2026 11:43

Koran Mandala – Ketidakpuasan para pedagang terhadap kinerja Kota Bandung kian memuncak. Perwakilan pedagang dari 37 pasar tradisional se-Kota Bandung melakukan aksi unjuk rasa dengan mendatangi kantor Perumda Pasar Juara di Pasar Sederhana, namun aksi tersebut tidak digubris oleh manajemen perusahaan daerah tersebut.

Tak ditemui pengurus Perumda, para pedagang akhirnya mengadukan permasalahan yang mereka hadapi kepada Inspektorat Kota Bandung. Mereka menuntut audit menyeluruh terhadap kinerja dan pengelolaan keuangan Perumda Pasar yang dinilai penuh kejanggalan.

“Kami meminta Inspektorat melakukan audit global terhadap Perumda Pasar Juara. Padahal pengelolaan pasar dikerjasamakan, tapi gaji pegawai belum juga dibayar. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” tegas Koordinator Solidaritas Pedagang Pasar Kota Bandung, Iwan Suhermawan, Senin 1 Juni 2025.

Iwan menyebut, audit perlu menyentuh seluruh aspek pendapatan Perumda, mulai dari retribusi pasar, kerja sama dengan pihak ketiga, hingga retribusi toilet dan parkir. Ia menilai, selama ini Perumda hanya rajin menarik retribusi, tetapi mengaku terus merugi.

Lebih jauh, Iwan menyoroti persoalan mangkraknya proyek revitalisasi Pasar Cihaurgeulis yang tak kunjung selesai meski sudah berjalan tujuh tahun. “Pedagang di sana sudah tujuh tahun di tempat penampungan sementara. Itu jelas sangat merugikan,” ujarnya.

Ia juga menolak rencana revitalisasi Pasar Ciroyom dan Pasar Sederhana yang menurutnya tidak transparan dan berpotensi memicu masalah baru. “Segala hal harus jelas. Harga sewa, hak guna, dan proses booking harus dikomunikasikan sejak awal,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Kota Bandung, Mia Rumiasari, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aduan pedagang sebagai bagian dari pengaduan masyarakat. “Kami tampung aspirasi ini dan akan berkoordinasi dengan OPD terkait serta menyampaikan laporan kepada Pak Wali Kota,” ujarnya.

Inspektorat membuka peluang untuk melakukan audit jika dinilai perlu, demi menjaga akuntabilitas dan pelayanan publik yang baik, khususnya dalam pengelolaan pasar-pasar tradisional di Kota Bandung.

Exit mobile version