Edukasi

Sering Terbangun Tengah Malam dan Sulit Tidur Lagi? Ini Penjelasan pakar

KORANMANDALA.COM – Sebagian orang pernah mengalami kondisi mudah tertidur di awal malam, tetapi saat terbangun di tengah malam atau menjelang pagi justru kesulitan untuk kembali tidur. Kondisi tersebut ternyata berkaitan dengan mekanisme alami tubuh selama proses tidur.
‎
‎Pakar kesehatan sekaligus sleep coac bersertifikat dan praktisi Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I), Vishal Dasani, menjelaskan bahwa pada awal malam tubuh memiliki dorongan tidur (sleep pressure) yang sangat kuat. Kondisi itu membuat seseorang lebih mudah terlelap ketika mulai beristirahat.
‎
‎Namun, setelah beberapa jam tidur, tekanan tidur mulai berkurang karena sebagian kebutuhan istirahat tubuh telah terpenuhi.
‎
‎ “Di awal malam dorongan tidur atau sleep pressure kita itu masih sangat kuat. Tapi setelah beberapa jam tidur sleep pressure ini mulai berkurang. Tubuh sudah membayar sebagian kebutuhan tidurnya,” kata Vishal dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Minggu, 5 Juli 2026.
‎
‎Selain berkurangnya tekanan tidur, Vishal mengatakan sistem sirkadian tubuh juga mulai bergerak menuju fase bangun. Akibatnya, ketika seseorang terbangun di tengah malam, tubuh menjadi lebih sulit untuk kembali memasuki fase tidur.
‎
‎ “Di saat yang sama sistem sirkadian tubuh mulai pelan-pelan bergerak ke arah bangun,” ujarnya.
‎
‎Ia menambahkan, menjelang pagi produksi hormon melatonin yang membantu proses tidur mulai menurun, sementara hormon kortisol yang berperan meningkatkan kewaspadaan mulai meningkat. Kondisi tersebut membuat tidur menjadi lebih ringan.
‎
‎Tak hanya perubahan hormon, pikiran yang mulai aktif juga menjadi salah satu penyebab seseorang sulit kembali terlelap. Menurut Vishal, banyak orang justru mulai memikirkan berbagai hal setelah terbangun, sehingga memicu rasa cemas.
‎
‎”Melatonin mulai turun, kortisol mulai naik menjelang pagi, dan tidur menjadi lebih ringan. Tapi, yang sering bikin makin sulit tidur lagi adalah setelah bangun otak mulai berpikir, ‘Kenapa saya bangun lagi ya? Besok gimana? Kalau tidur sekarang masih dapat berapa jam ya?’,” tuturnya.
‎
‎Pikiran yang terus bekerja membuat sistem kewaspadaan tubuh ikut aktif. Akibatnya, tubuh semakin sulit kembali tidur meskipun seseorang telah berusaha memejamkan mata.
‎
‎ “Akhirnya bukan cuma tubuh yang bangun, sistem kewaspadaan juga ikut menyala,” pungkasnya

KoranMandala.com

Published by

Recent Posts

Pembakaran Water Barier dan Vandalisme Tugu Simpang Lima Warnai Aksi di Bandung

KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…

12 jam ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Warga Pertanyakan Prioritas Anggaran Negara

KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

12 jam ago

Viral Pukul Spion Mobil Rabbani, Pria di Cihampelas Jadi Tersangka

KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…

14 jam ago

“Belum Ada Capaian Bermakna”, Kritik Massa Bandung untuk Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…

14 jam ago

Mahasiswa Unpas Beri Rapor Merah Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA –  Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden…

15 jam ago

TKW Purwakarta Meninggal di Qatar, Kisah Heroiknya Belum Terungkap

KORAN MANDALA –Kabar duka datang dari Qatar. Rasem binti Salim, pekerja migran asal Kampung Cibendasari,…

17 jam ago