ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Di tengah deretan gedung modern dan hiruk pikuk pusat Kota Bandung, berdiri sebuah bangunan yang menjadi saksi perjalanan panjang dunia pendidikan.
Bangunan itu adalah SD Negeri 001 Merdeka, sekolah dasar tertua di Kota Bandung yang telah berdiri sejak 1884 dan hingga kini masih digunakan sebagai tempat belajar mengajar.
Memasuki usia 142 tahun, sekolah yang berlokasi di Jalan Merdeka ini tetap mempertahankan keaslian bangunan peninggalan era Hindia Belanda. Struktur utama, pintu, jendela, hingga material kayu jati yang digunakan masih asli.
ADVERTISEMENT
Buruh Desak Dedi Mulyadi Jalankan Putusan PTUN Bandung soal UMSK 2026
Perawatan selama ini hanya dilakukan pada bagian tertentu seperti penggantian genting, plafon, dan pengecatan tanpa mengubah bentuk bangunan karena statusnya sebagai cagar budaya.
Humas SDN 001 Merdeka, Firman Mauluddin, mengatakan berdasarkan literatur sejarah yang dimiliki sekolah, gedung tersebut dibangun pada 1884 ketika Indonesia masih berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda.
“Bangunan atau gedung yang sekarang menjadi SD Negeri 001 Merdeka ini menurut sejarah yang tertulis dibangun tahun 1884. Konon digunakan sebagai tempat bersekolah anak-anak Belanda, sedangkan sore harinya digunakan anak-anak pribumi dari kaum priyayi,” ujar Firman saat ditemui di SDN 001 Merdeka
Bangunan Berusia Seabad Lebih Masih Berdiri Kokoh
Salah satu daya tarik bangunan tersebut adalah kualitas konstruksinya yang masih terjaga meski telah berusia lebih dari satu abad.
Bangunan utama memiliki lima ruang kelas dengan luas sekitar 64 meter persegi setiap ruangan. Langit-langit yang mencapai empat hingga lima meter membuat sirkulasi udara tetap sejuk meski tanpa pendingin ruangan.
Menurut Firman, kualitas material bangunan menjadi salah satu alasan gedung itu mampu bertahan hingga sekarang.
“Bangunan Belanda itu pintunya tinggi, kayunya jati semua dan ini masih asli. Tidak kena rayap. Kalau diganti pasti akan kelihatan jenis kayunya berbeda,” katanya.
Hampir seluruh kusen, pintu, hingga rangka bangunan menggunakan kayu jati asli yang hingga kini masih dalam kondisi baik.
Menyimpan Jejak Sejarah Pendidikan Bandung
Perjalanan panjang sekolah ini juga tidak lepas dari perubahan sistem pendidikan di Kota Bandung.
Firman menjelaskan, sebelum dilakukan penggabungan sekolah pada 2017, kompleks tersebut menjadi lokasi enam sekolah dasar, yakni SDN Merdeka 001 hingga SDN Merdeka 006.
Namun pada masa pemerintahan Wali Kota Bandung saat itu, seluruh sekolah digabung menjadi SD Negeri 001 Merdeka.
Kini sekolah berdiri di atas lahan seluas sekitar 3.500 meter persegi dengan total 36 ruang kelas, yang sebagian besar merupakan bangunan baru hasil pembangunan pemerintah dan dukungan masyarakat.
Meski demikian, bangunan utama peninggalan tahun 1884 tetap dipertahankan sebagai identitas sekaligus warisan sejarah pendidikan Kota Bandung.
Papan Tulis dan Lonceng Tua Masih Disimpan
Nuansa sejarah masih sangat terasa di dalam bangunan tersebut.
Sekolah masih menyimpan papan tulis lipat asli yang dahulu digunakan dengan kapur. Kini papan tulis itu tidak lagi dipakai untuk kegiatan belajar mengajar dan ditutupi papan tulis putih demi menjaga kesehatan siswa dari debu kapur.
Selain itu, sebuah lonceng sekolah peninggalan masa lalu juga masih tersimpan dan sesekali dibunyikan pada momen-momen tertentu sebagai bagian dari pelestarian sejarah sekolah.
Firman menuturkan, hingga kini bangunan tersebut belum pernah menjalani renovasi besar.
“Kalau menurut literatur yang saya baca, gedung ini belum pernah dipugar atau direnovasi besar-besaran. Yang pernah dilakukan hanya mengganti genting karena sudah banyak yang lapuk. Struktur bangunannya tetap, karena memang tidak boleh diubah,” jelasnya.
Berharap Ada Anggaran Khusus untuk Gedung Cagar Budaya
Sebagai bangunan berstatus cagar budaya, perawatan gedung dilakukan secara berkala menggunakan anggaran pemeliharaan yang tersedia. Namun pihak sekolah berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih melalui anggaran khusus.
“Harapan kami ada anggaran khusus untuk pemeliharaan gedung heritage, bukan hanya melalui dana BOS. Gedung ini merupakan bagian dari sejarah pendidikan Kota Bandung sehingga perlu perhatian khusus agar tetap lestari,” ujar Firman.
Selain persoalan perawatan bangunan, pihak sekolah juga berharap adanya kebijakan khusus dalam sistem penerimaan murid baru.
Menurut Firman, lokasi sekolah yang berada di kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, dan hotel membuat jumlah penduduk yang tinggal di sekitar sekolah relatif sedikit sehingga berdampak pada jumlah peserta didik baru.
“Kami berharap ada kebijakan khusus agar jangkauan penerimaan murid bisa diperluas. Dengan begitu eksistensi SD Negeri 001 Merdeka sebagai sekolah dasar tertua di Kota Bandung tetap terjaga dan terus menjadi bagian penting dari sejarah sekaligus masa depan pendidikan di Kota Bandung,” pungkasnya.
Dengan usia yang telah mencapai 142 tahun, SDN 001 Merdeka tidak hanya menjadi tempat belajar bagi ribuan siswa dari berbagai generasi, tetapi juga menjadi simbol perjalanan sejarah pendidikan di Kota Bandung yang terus bertahan di tengah pesatnya perkembangan zaman.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






