ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Influencer kesehatan sekaligus dokter umum, Cecep Hermawan, mengingatkan masyarakat agar tidak buru-buru mengonsumsi obat penurun kolesterol setelah merasa pusing atau leher tegang usai makan daging.
Menurut Cecep, kondisi tersebut belum tentu disebabkan oleh kadar kolesterol yang berbahaya. Ia menjelaskan, alat stik kolesterol yang sering digunakan masyarakat hanya mengukur kolesterol total, yakni gabungan HDL, LDL, dan trigliserida.
“Padahal pusing atau leher tegang setelah makan daging itu belum tentu karena kolesterol. Jadi, jangan langsung asal minum obat penurun kolesterol karena belum tentu tepat, malah bisa berisiko menimbulkan efek samping bagi tubuh,” ujarnya dikutip dari akun Instagram pribadinya, Kamis (28/5/2026).
ADVERTISEMENT
Ia menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan kolesterol yang tinggi setelah makan belum tentu menunjukkan kondisi buruk karena bisa saja HDL atau kolesterol baik sedang meningkat.
“Lagian, alat stik kolesterol itu hanya mengukur kolesterol total, yaitu gabungan HDL, LDL, dan trigliserida. Kalau hasilnya tinggi, bisa saja yang naik justru HDL atau kolesterol baik,” lanjutnya.
Cecep menyarankan masyarakat melakukan pemeriksaan profil lipid di laboratorium dengan kondisi puasa s agar hasil yang didapat lebih akurat.
“Makanya, pemeriksaan yang benar sebaiknya dilakukan dengan tes profil lipid di laboratorium dan dalam kondisi puasa terlebih dahulu,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan penyebab leher terasa tegang setelah mengonsumsi daging. Menurutnya, proses mencerna daging membutuhkan banyak cairan sehingga tubuh berisiko mengalami dehidrasi ringan.
“Terus kenapa leher bisa terasa tegang? Begini, proses mencerna daging membutuhkan banyak air sehingga tubuh berisiko mengalami dehidrasi ringan. Ditambah lagi, rata-rata bumbu daging mengandung natrium atau garam yang cukup tinggi,” katanya.
Ia menambahkan, kadar natrium yang tinggi dapat membuat pembuluh darah menjadi kaku secara mendadak atau mengalami vasokonstriksi.
“Nah, natrium ini bisa membuat pembuluh darah menjadi kaku mendadak dalam hitungan jam. Efek kekakuan inilah yang membuat leher terasa tegang walaupun tekanan darah masih normal,” jelasnya.
Sebagai solusi, Cecep menyarankan masyarakat memperbanyak konsumsi air putih setelah makan daging untuk membantu mengganti cairan tubuh yang digunakan dalam proses pencernaan protein.
Selain itu, ia juga menganjurkan konsumsi sayur atau buah tinggi kalium seperti bayam dan pisang guna membantu tubuh membuang kelebihan natrium.
“Jadi, kalau merasa pusing setelah makan daging, coba perbanyak minum air putih terlebih dahulu. Lalu, imbangi dengan sayur atau buah tinggi kalium seperti bayam atau pisang,” ujarnya.
“Kalium membantu ginjal membuang kelebihan natrium melalui urine sekaligus membantu melebarkan pembuluh darah kembali,” pungkasnya.
Cecep juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi obat kolesterol tanpa indikasi medis karena dapat memicu efek samping pada otot maupun fungsi hati.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






