Kamis, 26 Februari 2026 6:51

KORANMANDALA.COM – Anjuran mencuci sebelum dikonsumsi kembali menjadi perhatian. Otoritas pangan Arab Saudi hingga edukator kurma di Indonesia sama-sama mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan buah tersebut demi kesehatan.

Dikutip dari Saudi Gazette, Saudi Food and Drug Authority (SFDA) menyarankan agar kurma dicuci menggunakan air panas sebelum dikonsumsi. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi residu yang mungkin menempel pada permukaan kulit kurma, seperti debu, mikroorganisme, maupun sisa bahan kimia dari proses budidaya dan distribusi.

SFDA menjelaskan, selama proses pascapanen, kurma berpotensi terpapar pertumbuhan mikroorganisme serta kontaminan lain. Karena itu, pencucian dinilai penting untuk memastikan buah dalam kondisi higienis sebelum dimakan, meskipun secara alami kurma dikenal sebagai buah yang menyehatkan.

5 Tempat Saur di Kota Bandung yang Buka 24 Jam, Enak dan Bikin Nagih!

Edukasi serupa juga disampaikan Ahmad Hamid Bagarib, yang dikenal sebagai Duta Kurma Indonesia. Dalam unggahan video di akun Instagram miliknya, yang dikutip Rabu (25/2/2026), ia mengingatkan masyarakat agar tidak terkecoh dengan tampilan kurma yang terlihat bersih dan mengilap.

“Ini mengapa sebaiknya mencuci kurma dulu sebelum mengonsumsinya. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa kurma yang terlihat bersih bisa jadi mengandung kotoran dan debu,” ujarnya.

Menurut Ahmad, sejak dipanen hingga sampai ke tangan konsumen, kurma melewati berbagai tahapan, mulai dari penjemuran, penyortiran, pengemasan, hingga distribusi. Setiap proses tersebut berpotensi menyebabkan debu, kotoran, bahkan residu pestisida menempel di permukaan buah.

“Kurma yang dipanen, dijemur, disortir, dikemas lalu didistribusikan bisa jadi debu dan kotoran menempel pada kurma tersebut. Belum lagi apabila kurma tersebut mengandung pestisida, tentunya harus dicuci terlebih dahulu,” katanya.

Ia juga menyarankan agar pencucian tidak hanya dilakukan pada bagian luar. Kurma sebaiknya dibelah, bijinya dikeluarkan, lalu dibilas menggunakan air mengalir untuk memastikan bagian dalamnya bersih dari kemungkinan kotoran halus atau serangga.

“Cara mencucinya bukan hanya luarnya saja, melainkan dibelah, dikeluarkan bijinya, dan dicuci dengan air yang mengalir,” jelasnya.

Selain itu, Ahmad mengimbau agar kurma yang dicuci hanya sebanyak yang akan segera dikonsumsi, misalnya lima hingga tujuh butir. Sementara stok dalam jumlah besar sebaiknya tetap disimpan di lemari pendingin guna menjaga kualitas dan kesegarannya.

Di sisi lain, kurma memiliki nilai religius yang kuat bagi umat Islam, khususnya saat Ramadan. Nabi Muhammad SAW mencontohkan berbuka puasa dengan kurma sebelum melaksanakan salat Magrib.

Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi disebutkan, Rasulullah SAW biasa berbuka dengan beberapa butir kurma. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan air.

Anjuran mencuci kurma sebelum dikonsumsi, karenanya, tidak hanya dipandang sebagai langkah higienis, tetapi juga sebagai upaya menjaga kualitas makanan sunnah yang kerap menjadi pilihan saat berbuka puasa.

Exit mobile version