Kamis, 26 Februari 2026 6:51

KORANMANDALA.COM – Menjelang waktu magrib di bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk segera berbuka puasa dan membaca doa. Ada dua bacaan doa berbuka puasa yang paling populer di tengah masyarakat, yakni doa “Allahumma Lakasumtu” dan doa “Dzahaba Zhama’u”.

Kedua doa ini sama-sama sering diamalkan. Namun, bagaimana teks lengkapnya? Apa arti dan bagaimana kedudukan hadisnya? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Doa Buka Puasa “Allahumma Lakasumtu”

Doa ini sangat familiar di Indonesia dan kerap diajarkan sejak usia dini.

Tulisan Arab:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Tulisan Latin:

Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ‘ala rizqika afthartu.

Artinya:

“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Sumber Hadis

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya. Namun, sejumlah ulama menilai sanad hadis ini memiliki kelemahan.

Meski demikian, para ulama membolehkan doa ini dibaca karena kandungannya baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

2. Doa Buka Puasa “Dzahaba Zhama’u”

Doa ini dinilai memiliki dasar hadis yang lebih kuat.

Tulisan Arab:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Tulisan Latin:

Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya:

“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”

Sumber Hadis

Doa ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dinilai hasan oleh ulama hadis seperti Al-Albani.

Karena kualitas hadisnya lebih kuat, banyak ulama menganjurkan membaca doa ini setelah berbuka puasa.

Kapan Doa Berbuka Dibaca?

Doa berbuka puasa dibaca setelah membatalkan puasa, yakni setelah meminum air atau memakan kurma.

Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW:

“Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan pentingnya menyegerakan berbuka ketika waktu magrib telah tiba.

Mana Doa yang Lebih Utama?

Kedua doa tersebut boleh diamalkan. Namun dari sisi kekuatan hadis, doa “Dzahaba Zhama’u” memiliki derajat yang lebih kuat.

Meski begitu, membaca “Allahumma Lakasumtu” juga diperbolehkan karena maknanya baik dan berisi pengakuan tauhid kepada Allah SWT.

Yang terpenting adalah menghadirkan rasa syukur dan keikhlasan saat berbuka puasa.

Koranmandala.com

Exit mobile version