ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Di sebuah kawasan di Soreang, Kabupaten Bandung, berdiri layanan terapi tumbuh kembang yang kini menjadi rujukan banyak keluarga. Klinik tersebut bernama Jashas Speech Care, layanan terapi wicara yang didirikan pada 2018 dan melayani anak hingga dewasa dengan hambatan komunikasi dan perkembangan.
Pendiri klinik tersebut adalah Putri Andriani, lulusan D3 Terapi Wicara Politeknik Al-Islam Bandung. Perempuan yang akrab disapa Ambu itu memulai praktiknya dari satu ruangan kecil di rumah pribadi sebelum akhirnya berkembang menjadi klinik mandiri.
Layani Beragam Gangguan Tumbuh Kembang
Berlokasi di Soreang, Kabupaten Bandung, Jashas Speech Care menangani berbagai kondisi seperti keterlambatan bicara (speech delay), ADHD, autisme, mutisme selektif, gagap, gangguan artikulasi, rehabilitasi pascastroke, hingga gangguan perilaku.
ADVERTISEMENT
Bojan Hodak Kena Skorsing, Persib Bandung Tanpa Komando Utama Lawan Madura United
Menurut Putri, keputusannya menekuni terapi wicara berangkat dari keinginan sederhana untuk menolong sesama.
“Awalnya prinsip saya sederhana, yang penting kuliah di bidang yang bisa membantu orang lain,” ujar Putri saat ditemui, Selasa (24/2/2026).
Sebelum menekuni terapi wicara, ia sempat mencoba jalur kedokteran dan pendidikan luar biasa (PLB), namun belum berhasil. Hingga akhirnya ia menemukan program D3 Terapi Wicara di Politeknik Al-Islam Bandung, yang saat itu menjadi satu-satunya di Bandung.
Melihat Kebutuhan di Soreang
Saat masih kuliah, Putri sudah menerima pasien rujukan dosen untuk praktik. Setelah lulus, ia bekerja di klinik terapi yang juga menyediakan layanan daycare, sembari menerima home visit.
Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa wilayah Soreang saat itu belum memiliki layanan terapi wicara yang memadai.
“Kalau mau terapi, orang tua harus ke Kota Bandung. Paling dekat ke RS Al-Ihsan atau Hermina, tapi tetap jauh. Di Soreang sendiri waktu itu belum ada,” katanya.
Melihat kesenjangan layanan itu, Putri memberanikan diri membuka praktik mandiri pada 2018. Awalnya hanya satu ruangan kecil yang menyatu dengan rumahnya.
Kepercayaan masyarakat tumbuh melalui rekomendasi dari mulut ke mulut.
“Awalnya satu ruang terapi di rumah. Lama-lama orang tua saling memberi tahu, pasien datang terus, sampai akhirnya kami membuka klinik sendiri,” kenangnya.
Dalam praktiknya, Putri menilai tantangan terbesar bukan semata teknik terapi, melainkan membangun kepercayaan keluarga pasien.
Ia rutin menjelaskan kondisi anak, perkembangan terapi, serta latihan yang harus dilakukan di rumah. Bahkan, ia memberi ruang bagi orang tua untuk menyampaikan kekhawatiran.
“Kadang orang tua juga butuh didengar. Jadi sesi terapi bukan hanya untuk anak, tapi juga tempat mereka berbagi,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan terapi bukan hanya hasil kerja terapis selama 60 menit, melainkan kolaborasi antara terapis dan keluarga di rumah.
Selain itu, Jashas Speech Care juga aktif melakukan penyuluhan ke sekolah dan puskesmas guna meningkatkan kesadaran orang tua terhadap tanda-tanda keterlambatan perkembangan anak.
“Kalau orang tua makin aware, mereka tahu kapan harus mencari bantuan,” katanya.
Kisah yang Menguatkan
Bagi Putri, momen paling berkesan bukan pada jumlah pasien, melainkan perubahan yang terjadi pada anak-anak yang ia tangani.
Ia kerap bertemu kembali dengan pasien lama yang dahulu menjalani terapi sejak usia prasekolah, kini telah duduk di bangku sekolah dasar dan mampu berprestasi.
“Dulu terapi masih kecil, sekarang sudah SD, bisa lomba, bisa membaca, dan membaur. Itu yang membuat saya merasa perjuangan ini berarti,” ucapnya.
Jaga Mutu Layanan
Seiring meningkatnya jumlah pasien, Putri terus menjaga mutu layanan melalui peningkatan fasilitas, pelatihan rutin, dan sistem evaluasi terstruktur. Klinik kini dilengkapi CCTV di ruang terapi untuk meningkatkan transparansi, serta buku penghubung berisi catatan perkembangan anak.
Ia juga aktif mengikuti seminar profesional untuk memperbarui metode terapi.
“Terapi harus terus meningkatkan ilmu. Kalau kita berkembang, layanan juga ikut berkembang,” jelasnya.
Pesan untuk Calon Terapis
Kepada mahasiswa terapi wicara yang ingin membuka praktik mandiri, Putri menyarankan agar terlebih dahulu membangun pengalaman lapangan.
“Bangun dulu track record yang baik. Kalau sudah dikenal profesional dan amanah, orang akan percaya,” pesannya.
Kini, dari satu ruangan kecil di rumah, Jashas Speech Care berkembang menjadi layanan terapi yang membantu banyak keluarga di Kabupaten Bandung.
Bagi Putri, setiap kata pertama yang diucapkan pasien menjadi pengingat bahwa keputusan sederhana untuk menolong sesama dapat memberi dampak besar bagi kehidupan banyak orang.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






