ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Aktivitas penjualan kurma di kawasan Pasar Baru Bandung mulai menggeliat menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Sejumlah toko kurma mengaku permintaan meningkat dibanding tahun lalu, seiring tradisi masyarakat yang menjadikan kurma sebagai sajian utama saat berbuka puasa maupun bahan olahan makanan khas Ramadan.
Dari berbagai jenis yang tersedia, pedagang menyebut ada dua kurma yang paling sering dicari pembeli, yakni kurma Mesir dan Sukkari.
ADVERTISEMENT
Jelang Ramadan, Penjualan Kurma di Pasar Baru Bandung Ramai diburu Pengunjung
Resti (27), staf salah satu toko kurma di Pasar Baru, menuturkan kurma Mesir merek Golden Valley menjadi produk terlaris dalam beberapa pekan terakhir. Selain dibeli masyarakat umum, permintaan juga datang dari masjid serta program makan bergizi gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan dalam jumlah besar.
“Best seller itu kurma Mesir dari Golden Valley. Kurma Mesir ini juga banyak diorder untuk MBG dan masjid, jadi perputaran barangnya cepat dan stok sering menipis menjelang Ramadan,” ujar Resti saat ditemui di Pasar Baru, Senin (16/2/2026).
Selain kurma Mesir, jenis Sukkari juga menjadi favorit pembeli. Kurma ini dikenal memiliki kombinasi tekstur unik, yaitu kulit tipis yang sedikit kering atau renyah di bagian luar, namun daging buahnya sangat lembut dan lumer di mulut. Rasa manis alaminya yang legit membuat Sukkari kerap dipilih sebagai kurma konsumsi keluarga selama bulan puasa.
” Yang kedua itu best seller yang di jenis Sukkari karena dari segi tekstur yang pas dan bisa diolah dengan berbagai jenis toping makanan” Ujarnya
Ida (50), salah satu pembeli, mengaku hampir setiap tahun membeli kurma Sukkari untuk stok Ramadan. Ia menyebut jenis ini paling disukai keluarganya karena teksturnya lembut dan nyaman dikonsumsi saat perut kosong setelah seharian berpuasa.
“Kulitnya tipis sedikit renyah, tapi daging buahnya sangat lembut dan manis. Saya beli untuk stok Ramadan di rumah, biasanya dimakan saat berbuka puasa karena rasanya ringan dan enak,” kata Ida.
Tak hanya untuk konsumsi langsung, kurma juga banyak dibeli pelaku usaha kuliner sebagai bahan baku produk olahan khas Ramadan.
Sri (46), penjual kue rumahan, mengatakan ia memilih kurma Mesir karena mudah diolah dan rasanya tetap kuat meski dicampur adonan.
“Kurma Mesir ini saya pakai untuk bahan kue, bisa dicampur ke adonan, dijadikan topping, atau isian biskuit dan nastar kurma. Menjelang Ramadan sudah mulai ada pesanan, termasuk topping dan isian kurma untuk kue,” ungkap Sri.
Dengan tren tersebut, pedagang memperkirakan kurma Mesir dan Sukkari akan tetap menjadi dua jenis yang paling diburu hingga Ramadan tiba. Selain harganya relatif terjangkau dibanding jenis premium lain, keduanya dinilai memiliki rasa dan tekstur yang sesuai selera masyarakat Indonesia, baik untuk dimakan langsung maupun diolah menjadi berbagai hidangan berbuka.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






