Tradisi ini bukan sekadar estetika, melainkan memiliki makna sejarah dan filosofi yang kuat dalam budaya Tionghoa.
Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit Merah Naik Pemkot Bandung Klaim Stok Aman
Legenda Nian: Asal Usul Warna Merah Saat Imlek
Dalam cerita rakyat Tiongkok, warna merah dipercaya mampu mengusir makhluk buas bernama Nian. Legenda tersebut mengisahkan bahwa Nian muncul setiap pergantian tahun dan menebar teror di desa-desa.
Warga kemudian menemukan bahwa makhluk itu takut terhadap warna merah dan suara bising. Sejak saat itu, masyarakat menggantung hiasan merah serta menyalakan petasan sebagai simbol perlindungan dari energi negatif. Tradisi ini terus diwariskan hingga kini dan menjadi alasan mengapa Tahun Baru Imlek identik dengan warna merah.
Filosofi Yin dan Yang: Simbol Energi dan Harapan
Selain legenda, makna warna merah juga berakar pada filosofi Tiongkok kuno. Dalam konsep Yin dan Yang, merah merepresentasikan energi Yang yang hangat, aktif, dan penuh vitalitas.
Pergantian musim dingin menuju musim semi dimaknai sebagai kebangkitan energi kehidupan. Karena itu, warna merah menjadi simbol harapan, keberanian, kebahagiaan, dan kemakmuran di awal tahun baru.
Warna Merah sebagai Doa Visual
Pengamat budaya Tionghoa di Bandung, Hendrik Tan (52), menyebut penggunaan warna merah saat Imlek merupakan bentuk doa yang divisualisasikan.
“Merah itu lambang kebahagiaan dan keberuntungan. Ketika dipasang di rumah atau dikenakan sebagai pakaian, itu seperti harapan yang diwujudkan dalam simbol,” ujarnya saat ditemui menjelang perayaan Imlek.
Tak hanya bermakna spiritual, warna merah juga menjadi identitas visual utama perayaan. Angpao merah melambangkan doa untuk rezeki, lampion merah mencerminkan cahaya dan kehangatan, sementara chunlian berisi kalimat harapan akan keberuntungan dan kesejahteraan.
Simbol Perlindungan dan Kemakmuran
Dominasi warna merah dalam perayaan Imlek mencerminkan perpaduan antara legenda, filosofi, dan nilai budaya yang diwariskan lintas generasi. Tradisi ini terus lestari sebagai simbol perlindungan, kebahagiaan, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.
Dengan memahami makna tersebut, jelas bahwa Tahun Baru Imlek identik dengan warna merah bukan hanya karena tradisi, tetapi juga karena simbolisme mendalam yang melekat dalam budaya Tionghoa.