ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Tips mengajarkan anak puasa sejatinya bukan tentang memaksa mereka menahan lapar seharian, melainkan membangun memori positif serta kecintaan terhadap ibadah sejak usia dini.
Berdasarkan pengalaman para pendidik, kunci keberhasilannya terletak pada pendekatan yang sabar dan kreatif agar proses belajar ini menjadi momen yang dinantikan si kecil melalui tujuh langkah berikut:
1. Gunakan Metode Puasa Bertahap
Jangan langsung menuntut sehari penuh. Mulailah dengan latihan hingga jam 10 pagi atau waktu zuhur (puasa bedug).
ADVERTISEMENT
Secara psikologis, keberhasilan kecil ini akan membangun kepercayaan diri mereka untuk mencoba durasi yang lebih lama di hari berikutnya.
Bluebird Hadirkan 50 Taksi Listrik di Bandung, Perkuat Layanan Jelang Ramadan dan Lebaran
2. Sajikan Menu Sahur Tinggi Serat
Secara medis, stamina anak bergantung pada apa yang mereka makan di pagi hari. Berikan karbohidrat kompleks seperti gandum atau nasi merah dan protein yang cukup agar energi mereka tidak cepat merosot di siang hari.
3. Jaga Pola Hidrasi yang Cerdas
Pastikan mereka minum air putih yang cukup dengan pola 2-4-2 (dua gelas saat buka, empat saat malam, dua saat sahur). Ini sangat krusial untuk mencegah dehidrasi tanpa membuat perut mereka kembung seketika.
4. Libatkan Anak dalam Persiapan Buka Puasa
Ajak si kecil ikut memilih menu takjil atau menata meja. Melibatkan mereka dalam ritual ini akan menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap ibadah yang sedang dijalankan.
5. Ciptakan Aktivitas Ngabuburit yang Ringan
Alihkan rasa lapar dengan kegiatan seru namun tidak melelahkan fisik, seperti mewarnai kaligrafi, membaca buku cerita nabi, atau membuat kartu ucapan lebaran untuk teman-temannya.
6. Ajarkan Makna Berbagi dan Empati
Gunakan momen ini untuk mengenalkan sisi sosial. Ajak mereka menyisihkan uang saku untuk kotak amal masjid agar mereka paham bahwa ibadah ini juga tentang merasakan kesulitan orang yang kurang beruntung.
7. Berikan Apresiasi dan Reward
Jangan pelit pujian. Berikan stiker bintang atau hadiah kecil di akhir pekan sebagai bentuk penghargaan atas usaha mereka. Pengakuan dari orang tua adalah motivasi terbesar bagi seorang anak untuk terus berusaha.
Dengan bimbingan yang tepat, tubuh dan mental si kecil akan beradaptasi secara alami tanpa ada rasa tertekan. Selamat mendampingi buah hati menyambut bulan suci Ramadhan! (Muhammad Farhan Rizqi/ MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






