ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Dalam dunia fotografi, memahami segitiga exposure merupakan langkah awal yang wajib dikuasai. Konsep ini menjadi fondasi utama untuk menghasilkan foto dengan pencahayaan yang tepat, tajam, dan seimbang.
Bagi pemula, pemahaman segitiga exposure sangat membantu dalam mengontrol hasil gambar sesuai kondisi cahaya di lapangan.
Segitiga exposure terdiri dari tiga elemen utama, yaitu ISO, aperture, dan shutter speed. Ketiganya saling berkaitan dan tidak dapat berdiri sendiri. Perubahan pada satu elemen akan memengaruhi elemen lainnya.
ADVERTISEMENT
Persib Dingin di Puncak, Borneo FC Mengintai, dan Singo Edan Kembali Mengaum
ISO
ISO merupakan tingkat sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi nilai ISO, semakin sensitif sensor kamera dalam menangkap cahaya. ISO biasanya dinaikkan saat kondisi pencahayaan minim, seperti memotret di dalam ruangan atau malam hari.
Namun, penggunaan ISO tinggi memiliki konsekuensi berupa munculnya noise atau bintik-bintik pada foto yang dapat menurunkan kualitas gambar. Oleh karena itu, fotografer umumnya berusaha menggunakan ISO serendah mungkin agar hasil foto tetap bersih dan tajam, terutama saat cahaya cukup.
Aperture
Aperture atau diafragma berfungsi mengatur besar-kecilnya bukaan lensa. Bukaan besar, seperti f/1.8 atau f/2.8, memungkinkan cahaya masuk lebih banyak ke sensor. Sebaliknya, bukaan kecil seperti f/16 atau f/22 membatasi cahaya yang masuk.
Selain memengaruhi pencahayaan, aperture juga berperan penting dalam menentukan depth of field (DoF) atau ruang ketajaman foto. Aperture besar menghasilkan latar belakang yang blur, sehingga sering digunakan pada fotografi potret. Sementara aperture kecil membuat area fokus lebih luas, cocok untuk fotografi lanskap yang membutuhkan ketajaman menyeluruh.
Shutter Speed
Shutter speed adalah durasi waktu shutter kamera terbuka saat menangkap cahaya. Shutter speed cepat, misalnya 1/300 detik, digunakan untuk membekukan gerakan. Sementara shutter speed lambat, seperti 1/30 detik atau lebih, memungkinkan cahaya masuk lebih banyak.
Teknik long exposure memanfaatkan shutter speed lambat untuk menciptakan efek kreatif, seperti jejak cahaya kendaraan di malam hari atau tampilan air mengalir yang halus dan dramatis.
Keseimbangan Segitiga Exposure
ISO, aperture, dan shutter speed harus bekerja secara seimbang. Jika salah satu pengaturan diubah, maka dua elemen lainnya perlu disesuaikan agar foto tetap memiliki pencahayaan yang tepat. Keseimbangan inilah yang menjadi kunci utama dalam penguasaan kamera, khususnya pada mode manual.
Artikel mengenai segitiga exposure fotografi ini disusun berdasarkan pengalaman praktis dalam mempelajari teknik dasar fotografi serta pemahaman konsep yang umum digunakan oleh fotografer pemula hingga profesional. Penjelasan mengenai ISO, aperture, dan shutter speed merujuk pada teori fotografi standar yang banyak diajarkan dalam pelatihan dan literatur fotografi modern.
Konsep segitiga exposure sendiri merupakan metode yang diakui secara luas dalam dunia fotografi digital dan menjadi acuan utama dalam pengaturan kamera manual. Seluruh informasi disampaikan secara edukatif, objektif, dan dapat langsung dipraktikkan oleh pembaca untuk meningkatkan kualitas hasil foto.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






