ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Lampion menjadi elemen yang tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek. Hiasan berwarna merah ini bukan sekadar dekorasi, melainkan simbol filosofi yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa sebagai penanda harapan dan awal baru.
Pantauan di Jl. Kelenteng, Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung, deretan lampion tampak menggantung di sekitar vihara dan permukiman warga.
Cahaya lampion yang menyala menciptakan suasana khas Imlek hangat, meriah, sekaligus sarat makna serta menarik perhatian warga yang melintas di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
Sergio Castel Dikabarkan Menuju Persib Bandung, Lini Depan Maung Bandung Jadi Sorotan
Dalam tradisi Imlek, lampion dimaknai sebagai penerang dan penuntun harapan di awal tahun yang baru. Cahaya yang terpancar diyakini membawa energi positif, sekaligus mengusir kesialan dan kenangan buruk dari tahun sebelumnya.
Salah seorang warga setempat, Yuni (56), menyebut lampion memiliki arti penting dalam setiap perayaan Imlek. Baginya, setiap lampion menyimpan doa yang menyertai perjalanan hidup ke depan.
“Lampion itu melambangkan terang dan harapan. Cahaya di dalamnya seperti doa supaya kehidupan ke depan lebih baik dan lancar,” ujar Yuni, Rabu (4/2/2026).
Tak hanya dari cahayanya, warna merah yang mendominasi lampion juga menyimpan filosofi kuat. Warna tersebut dipercaya sebagai simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan dari energi negatif, sehingga selalu hadir dalam perayaan Imlek.
Lebih dari itu, keberadaan lampion di ruang publik turut mencerminkan nilai kebersamaan dan toleransi. Pemasangannya memungkinkan seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang, ikut merasakan atmosfer perayaan.
“Kalau lampion sudah dipasang, suasananya jadi lebih hidup. Semua orang bisa menikmati, bukan hanya yang merayakan Imlek,” kata Yuni.
Deretan lampion yang menghiasi Jl. Kelenteng pun menjadi simbol nyata keberagaman budaya yang terus terjaga di Kota Bandung. Melalui cahaya dan warnanya, lampion Imlek tak hanya memperindah kawasan, tetapi juga menyampaikan pesan tentang harapan, harmoni, dan semangat baru di awal tahun. (Muhammad Farhan Rizqi/ MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






