ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia. Natanael Wiraatmaja, siswa kelas 3 sekolah dasar asal Kota Bandung, berhasil meraih juara dua dunia dalam ajang Neo Science Olympiad 2025 yang digelar di Orlando, Amerika Serikat.
Dalam kompetisi sains internasional tersebut, Natanael bersaing dengan peserta dari berbagai negara yang mayoritas merupakan siswa kelas 4 dan 5 SD. Meski menjadi peserta termuda, Natanael mampu menunjukkan kemampuan akademik yang kompetitif hingga menembus podium juara.
Keberhasilan itu sekaligus menjadikannya satu-satunya peserta kelas 3 SD yang meraih peringkat dunia pada ajang tersebut.
ADVERTISEMENT
Ratusan Pesepeda Meriahkan Anniversary ke-10 Gowes Baraya Bandung
Tak hanya membawa pulang prestasi, Natanael juga memperoleh undangan mengikuti program edukatif di markas NASA, sebuah kesempatan langka yang menjadi bagian dari penghargaan bagi para peraih prestasi terbaik di kompetisi tersebut.
Pengalaman tersebut dinilai memberikan nilai tambah penting dalam pengembangan wawasan sains dan teknologi, sekaligus menjadi bentuk pengakuan internasional terhadap kemampuan pelajar Indonesia di bidang akademik.
Prestasi Natanael bukan kali pertama. Sebelumnya, ia telah mengoleksi berbagai medali dari kompetisi sains nasional maupun internasional di sejumlah negara, seperti Jepang, Jerman, Filipina, Thailand, dan Hong Kong. Konsistensi tersebut menunjukkan proses pembinaan dan latihan yang berkelanjutan sejak usia dini.
Sejumlah pendidik menilai, partisipasi pelajar Indonesia dalam kompetisi sains internasional memiliki peran strategis dalam mengasah berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah, yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam pembelajaran reguler di kelas.
Capaian Natanael juga dinilai membawa dampak positif bagi dunia pendidikan di tingkat lokal. Bandung dan Jawa Barat kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang melahirkan talenta muda berdaya saing global, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat program pembinaan sains sejak pendidikan dasar. (Muhamad Yura Adani Putra/MG)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






