Kamis, 26 Februari 2026 15:30

KORANMANDALA.COM Provinsi merupakan salah satu wilayah dengan jumlah satuan pendidikan menengah terbesar di Indonesia. Berdasarkan data referensi resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah), jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat tersebar di 27 kabupaten/kota, dengan karakteristik yang sangat beragam antarwilayah.

Data ini bersumber dari sistem referensi pendidikan nasional (Dapodik) dan menggambarkan jumlah satuan pendidikan, bukan jumlah siswa.

Sebaran SMA dan SMK Swasta di 27 Kabupaten/Kota Jawa Barat

Berikut adalah data jumlah SMA dan SMK di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat:

Kabupaten / Kota
SMA
SMK
Total
Kabupaten Bogor
192
368
560
Kabupaten Sukabumi
74
155
229
Kabupaten Cianjur
92
159
251
Kabupaten Bandung
103
130
233
Kabupaten Sumedang
14
83
97
Kabupaten Garut
112
156
268
Kabupaten Tasikmalaya
61
121
182
Kabupaten Ciamis
19
56
75
Kabupaten Kuningan
15
34
49
Kabupaten Majalengka
10
41
51
Kabupaten Cirebon
29
101
130
Kabupaten Indramayu
31
120
151
Kabupaten Subang
33
95
128
Kabupaten Purwakarta
12
45
57
Kabupaten Karawang
25
100
125
Kabupaten Bekasi
86
182
268
Kabupaten Bandung Barat
48
89
137
Kabupaten Pangandaran
3
24
27
Kota Bandung
117
91
208
Kota Bogor
46
97
143
Kota Sukabumi
15
25
40
Kota Cirebon
18
26
44
Kota Bekasi
93
127
220
Kota Depok
66
120
186
Kota Cimahi
12
19
31
Kota Tasikmalaya
20
47
67
Kota Banjar
1
12
13

Kabupaten Bogor Terbanyak, Kota Banjar Paling Sedikit

Dari data tersebut, Kabupaten Bogor tercatat sebagai wilayah dengan jumlah sekolah menengah terbanyak di Jawa Barat, yakni 560 sekolah (192 SMA dan 368 SMK). Di posisi berikutnya terdapat Kabupaten Garut dan Kabupaten Bekasi, yang sama-sama memiliki 268 sekolah menengah.

Sementara itu, Kota Banjar menjadi wilayah dengan jumlah sekolah menengah paling sedikit, yakni 13 sekolah, disusul Kabupaten Pangandaran dengan 27 sekolah.

Dominasi SMK di Wilayah Kabupaten

Salah satu pola yang terlihat jelas dari data ini adalah dominasi jumlah SMK dibandingkan SMA, terutama di wilayah kabupaten. Kondisi ini mencerminkan arah kebijakan pendidikan menengah yang mendorong pendidikan kejuruan untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja dan sektor industri di Jawa Barat.

Sebaliknya, di beberapa kota besar seperti Kota Bandung, jumlah SMA masih relatif seimbang dengan SMK, mencerminkan karakter wilayah perkotaan yang memiliki pilihan jalur pendidikan lebih beragam.

Perlu dicatat bahwa data ini merupakan data administratif satuan pendidikan swasta dan tidak mencerminkan daya tampung, kualitas, maupun status akreditasi sekolah. Meski demikian, data ini penting sebagai rujukan publik untuk melihat beban dan tanggung jawab pemerintah provinsi dalam mengelola pendidikan menengah, khususnya pada sektor swasta.

Keberadaan data ini juga relevan dalam konteks perencanaan pendidikan daerah, kebijakan perizinan sekolah, serta evaluasi pemerataan akses pendidikan menengah di Jawa Barat. (FMA)

Penulis di Koran Mandala dengan kajian Pernak-pernik Bandung, Pendidikan, Geospasial, dan Sepakbola.

Exit mobile version