KORANMANDALA.COM –Destinasi museum di Bandung yang estetik dan murah 2026 kini bukan lagi sekadar tempat belajar sejarah, melainkan pilihan favorit untuk date ideas yang berkesan.
Dari arsitektur minimalis hingga gedung klasik bergaya Eropa, deretan museum di Kota Kembang ini menawarkan suasana romantis dan stok foto estetik yang melimpah untuk dibagikan di media sosial.
Berikut adalah 5 rekomendasi museum di Bandung yang wajib masuk daftar kunjungan Anda:
Persib Bandung Kembali “Gocek” Bobotoh, Dion Markx Resmi Diperkenalkan Tanpa Rumor
1. Museum Srihadi Soedarsono: Kemewahan Seni Kontemporer
Museum ini merupakan representasi nyata dari kemewahan seni kontemporer di kawasan Bandung Utara. Memamerkan karya-karya maestro Srihadi Soedarsono, galeri ini dirancang dengan arsitektur minimalis yang sangat modern.
Pencahayaan yang dramatis di setiap sudut ruangan menciptakan atmosfer yang eksklusif dan menenangkan, sangat cocok bagi pasangan yang ingin menikmati seni dalam suasana yang sunyi dan intim.
• Harga Tiket: Rp30.000 (Weekdays) & Rp40.000 (Weekend).
• Jam Operasional: Selasa–Minggu (10.00–17.00 WIB).
• Lokasi: Jl. Bukit Pakar Timur No.100, Ciburial.
2. Museum Geologi: Vibes Dark Academia yang Megah
Bagi Anda pecinta estetika dark academia, gedung peninggalan kolonial ini adalah jawabannya. Museum Geologi menyuguhkan kemegahan melalui deretan fosil purba raksasa yang menjadi ikon utamanya.
Interior gedung yang klasik dengan langit-langit tinggi memberikan kesan misterius namun romantis, menjadikannya salah satu destinasi paling favorit untuk berfoto bersama pasangan sambil mempelajari sejarah bumi.
• Harga Tiket: Rp2.000 (Pelajar), Rp3.000 (Umum), Rp10.000 (WNA).
• Catatan Penting: Wajib reservasi online. Loket tutup 30-60 menit lebih awal dari jam tutup operasional.
• Jam Operasional: Selasa–Kamis (09.00-15.00) & Sabtu–Minggu (09.00-14.00).
• Lokasi: Jl. Diponegoro No.57, Kota Bandung.
3. Museum Konferensi Asia Afrika (KAA): Estetika Eropa Klasik
Terletak di jantung sejarah Kota Bandung, Museum KAA menawarkan perjalanan waktu ke masa kejayaan diplomasi dunia dengan balutan arsitektur Art Deco yang sangat megah.
Lorong-lorong museum yang bersih dan pilar-pilar besar bergaya Eropa menjadikannya spot foto yang sangat elegan. Hebatnya lagi, Anda bisa menikmati keindahan ini tanpa dipungut biaya sepeser pun, menjadikannya pilihan kencan yang sangat berkualitas namun tetap hemat di kantong.
• Harga Tiket: GRATIS (Wajib registrasi).
• Catatan Penting: Kuota dibatasi ketat 25 orang per 15 menit. Tutup Minggu-Selasa.
• Jam Operasional: Rabu, Kamis, Sabtu (09.00-15.00) & Jumat (09.00-15.30).
• Lokasi: Jl. Asia Afrika No.65, Braga.
4. Wot Batu: Sudut Romantis yang Puitis di Dago Pakar
Wot Batu bukan sekadar museum, melainkan sebuah instalasi seni batu terbuka hasil pemikiran mendalam seniman Sunaryo. Tempat ini menawarkan harmoni antara material alam, air, dan tanaman yang menciptakan suasana sangat spiritual dan puitis.
Berjalan di antara susunan batu yang ditata dengan penuh makna akan memberikan pengalaman kencan yang menenangkan hati, jauh dari hiruk-pikuk pusat kota.
• Harga Tiket: Rp50.000 (Umum) & Rp30.000 (Pelajar/Senior).
• Catatan Penting: Dibagi 2 sesi. Last entry sesi sore pukul 16.30 WIB.
• Jam Operasional: Selasa–Minggu (10.00-17.00 WIB).
• Lokasi: Jl. Bukit Pakar Timur No.98, Dago.
5. NuArt Sculpture Park: Perpaduan Seni Patung dan Alam
NuArt Sculpture Park menyajikan kontras yang memukau antara taman hijau seluas 4 hektar dengan patung-patung logam raksasa karya Nyoman Nuarta.
Di sini, Anda bisa menjelajahi galeri indoor dua lantai yang modern dan minimalis, lalu bersantai di taman outdoor yang teduh. Area galerinya sangat luas dan setiap sudutnya dirancang dengan estetika tinggi, memastikan Anda tidak akan kehabisan stok foto berkualitas untuk diunggah di media sosial.
• Harga Tiket: Rp50.000 (Umum) & Rp25.000 (Pelajar).
• Tips: Jangan lewatkan galeri lantai dua untuk melihat proses kreatif patung nasional.
• Jam Operasional: Selasa–Minggu (09.00–17.00 WIB).
• Lokasi: Jl. Setra Duta Raya No.L 6, Ciwaruga. (Muhamad Yura Adani Putra/MG)
