Kamis, 26 Februari 2026 19:36

Mereka menekankan bahwa ucapan ini bukan bentuk pengakuan terhadap keyakinan lain, melainkan bentuk sopan santun dan toleransi antarumat beragama.

Selain itu, pendukung pandangan ini antara lain lembaga fatwa di beberapa wilayah dan tokoh Islam dunia yang mengatakan tidak ada teks syariat yang secara tegas melarang memberikan ucapan selamat pada non-.

Sikap ini ditujukan untuk menjaga toleransi, hubungan sosial, dan hubungan baik antar-umat beragama.

Rahasia Maksimalkan Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026: Strategi Cuti Cerdas Supaya Liburan Lebih Lama

Inti Perbedaan Pendapat Ulama

Perbedaan pendapat muncul karena beberapa alasan berikut:

  • Dasar teks utama belum secara eksplisit menyebut ucapan selamat kepada non-Muslim.

  • Ada kekhawatiran ucapan tersebut disalahpahami sebagai persetujuan terhadap ajaran lain, sementara sebagian ulama menilai niat sopan santun tetap terjaga.

  • Konteks sosial dan budaya juga memengaruhi fatwa di berbagai negara.

Sikap Bijak dalam Kehidupan Sehari-hari

Muslim yang hidup di lingkungan plural bisa mengambil sikap etis tanpa mengorbankan keyakinan.

Cara terbaik adalah mengedepankan akhlak mulia, menghormati kebebasan orang lain, dan tetap menjaga identitas keagamaan sendiri.

Hal ini selaras dengan semangat toleransi tanpa harus meyakini atau mensahkan keyakinan orang lain.*

1 2
Exit mobile version