Jalan Layang Nurtanio di Kota Bandung, infrastruktur yang diresmikan untuk mengenang jasa Nurtanio Pringgoadisurjo (Foto: DESPEN AU)
ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Nurtanio Pringgoadisurjo adalah insinyur penerbangan Indonesia dan perintis industri dirgantara nasional yang memainkan peran kunci pada masa awal Republik Indonesia. Ia lahir pada 3 Desember 1923 dan wafat pada 21 Maret 1966 saat menjalankan tugas uji terbang pesawat, sebuah peristiwa yang menandai pengabdiannya hingga akhir hayat. Nama Nurtanio kini diabadikan sebagai Jalan Layang Nurtanio di Kota Bandung, sebagai bentuk penghormatan negara atas jasanya di bidang teknologi strategis.
Dalam sejarah Indonesia, Nurtanio hadir pada fase krusial: ketika bangsa ini telah merdeka secara politik, tetapi masih bergantung pada teknologi asing, khususnya dalam sektor penerbangan. Bagi Nurtanio, teknologi bukan sekadar alat produksi, melainkan fondasi kedaulatan. Pandangan inilah yang menjadikannya sosok sentral dalam upaya membangun kemampuan dirgantara nasional dari nol, dengan sumber daya yang sangat terbatas.
Perintis Industri Dirgantara Indonesia
Kontribusi utama Nurtanio tercatat melalui keterlibatannya di Lembaga Industri Penerbangan Nurtanio (LIPNUR) yang berbasis di Bandung. LIPNUR merupakan embrio industri pesawat terbang nasional yang kemudian berkembang menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dan saat ini dikenal sebagai PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Penamaan LIPNUR menggunakan nama Nurtanio bukan sekadar simbolik, melainkan pengakuan atas perannya sebagai penggerak utama.
ADVERTISEMENT
Di lingkungan LIPNUR, Nurtanio menjalankan fungsi ganda sebagai perancang pesawat, penguji teknis, dan pembina teknisi muda. Ia terlibat langsung dalam pengembangan pesawat-pesawat ringan buatan dalam negeri, mulai dari tahap perhitungan teknis, perakitan struktur, hingga pengujian. Pada masa ketika akses terhadap manual teknis, laboratorium modern, dan suku cadang sangat terbatas, pendekatan ini menjadi sarana pembelajaran paling efektif bagi sumber daya manusia Indonesia.
Nurtanio dikenal sebagai insinyur lapangan, bukan teknokrat administratif. Ia bekerja di bengkel dan hanggar, serta terlibat langsung dalam uji darat dan uji terbang. Sikap ini membentuk etos kerja kolektif: bahwa penguasaan teknologi tidak bisa dilepaskan dari keberanian mengambil tanggung jawab penuh atas hasil kerja sendiri. Dari sinilah lahir generasi awal insinyur dan teknisi penerbangan Indonesia yang kelak menjadi tulang punggung industri dirgantara nasional.
Gugur Saat Bertugas dan Makna Penamaan Jalan Layang Nurtanio
Pada 21 Maret 1966, Nurtanio gugur dalam kecelakaan saat melakukan uji terbang. Ia wafat bukan sebagai penonton kemajuan teknologi, melainkan sebagai pelaku langsung di garis depan pengembangan pesawat. Pemerintah Indonesia kemudian menetapkannya sebagai Pahlawan Pembangunan, sebuah pengakuan atas kontribusinya dalam membangun fondasi teknologi strategis bangsa.
Pengabadian nama Nurtanio Pringgoadisurjo sebagai Jalan Layang Nurtanio di Bandung memiliki makna historis yang kuat. Bandung merupakan kota tempat Nurtanio berkarya dan pusat awal industri dirgantara Indonesia. Penamaan infrastruktur publik dengan nama tokoh teknologi menegaskan bahwa pembangunan fisik kota tidak dapat dipisahkan dari sejarah intelektual dan kontribusi ilmiah.
Jalan layang, sebagai simbol konektivitas dan kemajuan perkotaan, merepresentasikan gagasan yang sejalan dengan pemikiran Nurtanio: membuka jalur, mengatasi keterbatasan, dan menghubungkan masa kini dengan masa depan. Dengan demikian, nama Nurtanio tidak hanya hadir sebagai penanda ruang, tetapi juga sebagai pengingat nilai—bahwa kemajuan bangsa bertumpu pada ilmu pengetahuan, keberanian, dan pengabdian.
Jalan Layang Nurtanio Siap Dibuka untuk Warga Bandung (Foto: HUMAS)
Menjawab pertanyaan “siapa Nurtanio Pringgoadisurjo?”, ia adalah perintis industri dirgantara Indonesia, pendidik teknisi melalui keteladanan, dan simbol kemandirian teknologi nasional. Pengabadian namanya sebagai Jalan Layang Nurtanio menempatkan sosok ini kembali ke ruang publik, mengingatkan bahwa di balik infrastruktur modern, terdapat sejarah panjang pengorbanan dan visi para ilmuwan yang bekerja dalam kesenyapan demi masa depan Indonesia.
Penulis di Koran Mandala dengan kajian Pernak-pernik Bandung, Pendidikan, Geospasial, dan Sepakbola.
KoranMandala.com, Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers.
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.
KoranMandala.comM, Media Siber Terverifikasi Dewan Pers
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.
KoranMandala.com, Media Siber Terverifikasi Dewan Pers
Dapatkan berita informasi seputar kota Bandung dan berita terbaru menarik lainnya di Google News. Ikuti Media Sosial KORAN MANDALA untuk update berita pilihan dan breaking news setiap hari.