ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Bhakti Kencana University bekerja sama dengan Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) Kota Bandung menyelenggarakan Seminar dan Workshop Empowering Mental Health and Health Communication sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) dosen Bhakti Kencana University.
Kegiatan bertema “Penguatan Komunikasi Kesehatan dan Empowering Mental Health sebagai Strategi Pencegahan Burnout pada Tenaga Kesehatan Klinik” ini digelar secara luring di Aula Bhakti Kencana University, Kamis (4/12/2025).
Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman serta keterampilan praktis bagi tenaga kesehatan dalam mengenali tanda-tanda awal burnout, menerapkan strategi komunikasi yang konstruktif, serta mengaplikasikan teknik penguatan kesehatan mental seperti manajemen stres, mindfulness, dan dukungan sosial di lingkungan kerja.
ADVERTISEMENT
Prediksi Skor dan Jalannya Pertandingan Persib Bandung vs Borneo FC
Acara dihadiri Ketua Asklin Kota Bandung, dr. Endry Septiadi, M.Kes., beserta jajaran, serta 38 tenaga kesehatan dari berbagai klinik di Kota Bandung. Rangkaian workshop berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Ketua Pelaksana Pengmas, Dedeh Dahliah, S.I.Kom., M.I.Kom., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap tenaga klinik dalam meningkatkan kualitas kesehatan mental, sehingga mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang optimal.
Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Ketua Asklin Kota Bandung. Dalam sambutannya, ia berharap materi yang diberikan dapat diterapkan peserta dalam praktik sehari-hari dan menjadi langkah awal pembentukan budaya komunikasi yang sehat dan kolaboratif di lingkungan klinik maupun masyarakat.
Materi pertama disampaikan oleh Mufti Fauzai Rahman, mengenai peningkatan kapasitas komunikasi kesehatan. Pada sesi ini, peserta mengikuti role play dan simulasi yang menggambarkan berbagai situasi nyata, mulai dari menghadapi pasien dengan karakter sulit, berkomunikasi dengan keluarga pasien yang emosional, hingga koordinasi antartenaga profesional.
Peserta juga diajak menyusun strategi komunikasi klinis yang dapat diterapkan di tempat kerja masing-masing.
Materi kedua dibawakan oleh Nur Rakhmanto Heryana, Psikolog, yang membahas manajemen stres, resiliensi, dan teknik mindfulness. Sesi ini berfokus pada edukasi mengenai burnout, faktor risikonya, serta dampaknya terhadap performa kerja. Peserta juga mempelajari teknik self-care, stress release, hingga strategi membangun resiliensi.
Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Peserta aktif terlibat dalam diskusi, pemaparan materi, hingga berbagai simulasi yang disiapkan panitia. Suasana semakin hidup dengan adanya pembagian doorprize bagi peserta.
Untuk memastikan efektivitas kegiatan, panitia melakukan evaluasi pre–post kepada seluruh peserta. Evaluasi ini bertujuan mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah workshop.
Hasil penilaian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap kapasitas peserta dalam menjaga kesehatan mental dan komunikasi di lingkungan kerja.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






