Kamis, 26 Februari 2026 23:52

KORANMANDALA.COM –  sukses menggelar Pameran Sains dan Teknologi: Board Game BERAKSI Berbasis Augmented Reality pada Senin (1/12/2025) di Gedung Manterawu, sebuah pameran interaktif yang menjadi puncak Program Hibah Semesta Insaintek 2025.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara inovasi kampus, edukasi publik, dan upaya memperkuat literasi teknologi yang ramah bagi semua kalangan.

Pameran ini mengusung konsep teknologi yang dekat dan mudah dipahami masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Telkom University mengenalkan Board Game BERAKSI media edukasi berbasis Augmented Reality (AR) yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran perlindungan anak melalui pendekatan yang menyenangkan, aman, dan interaktif.

Pengunjung dan Pelaku UMKM Tanggapi Positif PERSIBDAY Festival

“Melalui pameran ini, kami ingin memastikan bahwa hasil riset yang dikembangkan di kampus benar-benar dapat menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Teknologi harus dekat, mudah dipahami, dan memberikan manfaat nyata,” ujar Alila Pramiyanti, Ketua Pelaksana Program Hibah Semesta Insaintek.

Kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat umum. Mereka berasal dari berbagai wilayah sekitar kampus, termasuk PKK Bojong, PKK Baros, SMAN 1 Dayeuhkolot, SMP Garuda, SDN Lengkong, MTs–MA Al Mukhlisin, SDN Cipagalo 1–3, dan SDN Sukabirus.

Melalui permainan, demonstrasi, serta eksplorasi teknologi sederhana, peserta diajak memahami bagaimana sains dan teknologi dapat hadir dengan cara yang ramah dan menyenangkan.

Sejumlah unit inovasi Telkom University turut memeriahkan acara ini melalui presentasi teknologi unggulan, di antaranya AI Laboratory, Mobile Innovation Laboratory, CoE HUMIC Engineering, Metaverse Research & Experience Center, Pusat Unggulan Ipteks PT Sensing IoT, serta DIGIN – Smart IoT & Ergonomic Innovation.

Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Telkom University, Dr. Eng. Faisal Budiman, S.T., M.Sc., menegaskan bahwa pameran ini menjadi bukti nyata bahwa riset kampus dapat dimanfaatkan untuk menghadapi isu sosial secara langsung.

“Pameran ini menunjukkan bahwa inovasi kampus dapat diterjemahkan menjadi media edukasi yang mudah diakses masyarakat. Kami berharap pengalaman interaktif ini membantu peserta memahami isu perlindungan anak dengan cara yang lebih dekat, sekaligus membuka ruang kolaborasi agar teknologi dapat terus digunakan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan berdaya,” ujarnya.

Tim Pakar Kemdiktisaintek, Reinard Primulando, Ph.D., menambahkan bahwa pameran ini menjadi momentum penting dalam memperkuat literasi sains masyarakat.

“Harapannya, di masa kini dan mendatang, literasi sains dan teknologi masyarakat semakin baik. Masyarakat dapat menjadikan universitas sebagai tempat bertanya ketika muncul isu atau hoaks terkait sains,” katanya.

Koranmandala.com

Exit mobile version