ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Perayaan Hari Guru di Sekolah Rakyat (SRT) 17 Cimahi diisi dengan suasana hangat dan penuh rasa syukur.
Para guru yang selama ini menjalani tugas dengan penuh semangat dan kasih sayang berbagi cerita tentang perjuangan mereka dalam memberikan akses pendidikan yang baik bagi anak-anak yang kurang beruntung.
Bu Rizki Hajarwati, seorang guru PKN di SRT 17 Cimahi, mengatakan bahwa Hari Guru di Sekolah Rakyat tidak hanya sekedar acara, tetapi juga bentuk penghargaan atas usaha yang dilakukan untuk membantu anak-anak yang sering terabaikan.
ADVERTISEMENT
UP3 Bandung Kawal Listrik Tanpa Kedip Laga Super League Persib Vs Dewa United
Menurutnya, guru di Sekolah Rakyat seperti “penyala lentera pengetahuan dan harapan” bagi anak-anak yang tadinya merasa jauh dari dunia belajar.
Dia menjelaskan bahwa tantangan terbesar adalah mengembalikan rasa percaya diri dan semangat belajar siswa.
“Ada kebahagiaan yang luar biasa saat melihat mata mereka bersinar karena akhirnya mereka mengerti apa yang telah dipelajari, Momen itu tak akan pernah terlupakan,” ujarnya.
Ia berharap para siswa tumbuh menjadi generasi yang terus mencari ilmu di mana pun mereka berada.
Suasana haru juga dirasakan oleh Bu Ria Rahayu, seorang guru sejarah di SRT 17 Cimahi, Baginya, perayaan Hari Guru tahun ini terasa berbeda. Kehadiran Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga ekonomi rendah kini memiliki peluang untuk diperhatikan.
“Senyum dan tawa mereka memberikan semangat baru bagi kami,” ujarnya.
Ia mengatakan kebahagiaan terbesar sebagai guru adalah melihat perubahan kecil yang dicapai siswa, seperti mulai bisa membaca, berhitung, atau tampil lebih percaya diri.
Di sisi lain, Rahmat Fajar Maulana, seorang guru seni budaya di SRT 17 Cimahi, menjelaskan bahwa momen berkesan dalam mengajar adalah ketika melihat keberanian siswa mengekspresikan diri melalui karya seni. Ia masih mengingat seorang siswa pemalu yang akhirnya berani menampilkan karyanya di depan kelas.
“Perubahan kecil seperti itu selalu membekas dalam hati,” katanya.
Hari Guru di SRT 17 Cimahi bukan hanya perayaan, tetapi juga pengakuan bahwa setiap anak berhak mendapatkan cahaya ilmu, dan para guru adalah yang menyalakan cahaya itu. (Sarah)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






