Kamis, 26 Februari 2026 15:30

KORANMANDALA.COMDinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut terus berupaya menanggulangi persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan lokakarya bertema “Bersama Anak dan Kaum Muda Menanggulangi Sampah Menuju Garut Bersih Berkelanjutan” pada Senin (3/11/2025) lalu.

Penanggulangan sampah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab DLH semata, tetapi juga melibatkan unsur lain, seperti Dharma Wanita yang aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Persib Dukung Gelaran Sepakbola Inklusif di Sidolig

Ketua Dharma Wanita DLH Garut, Eka, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah lama melakukan berbagai kegiatan penyadaran lingkungan, termasuk dalam kegiatan Car Free Day di Jalan A. Yani Garut, Minggu (9/11/2025).

“Sebenarnya kami sudah lama melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai sampah kepada masyarakat. Kegiatan ini sudah berjalan dua tahun terakhir, hanya saja mungkin baru sekarang informasi tersebut lebih luas diketahui,” ujar Eka kepada Mandala.

Eka menjelaskan bahwa kegiatan edukasi dilakukan di berbagai tempat, mulai dari sekolah-sekolah, lingkungan sekitar melalui kelompok PKK, hingga komunitas lanjut usia (Lansia).

“Kami sudah masuk ke sekolah-sekolah, lingkungan PKK, bahkan sampai ke sekolah Lansia yang berlokasi di Karangpawitan, Garut. Alhamdulillah, kegiatan di sana masih berkelanjutan sampai sekarang,” jelasnya.

Dalam setiap kunjungan sosialisasi, Eka biasanya didampingi fasilitator yang berperan penting dalam memberikan pemahaman teknis mengenai pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan hingga pengolahan menjadi produk bernilai guna.

“Kami tidak hanya mengajarkan cara memilah dan memilih sampah, tapi juga bagaimana mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Misalnya membuat sabun dari minyak jelantah, eco-enzym dari kulit buah, hingga mengolah barang bekas menjadi produk bernilai jual,” kata Eka.

Lebih lanjut, Eka menyampaikan bahwa Dharma Wanita DLH juga rutin melaksanakan program penimbangan di Bank Sampah setiap hari Jumat pada pekan pertama dan kedua setiap bulan.

“Program ini menjadi bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung Garut bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Meski berbagai program edukasi telah berjalan, permasalahan sampah di Garut masih menjadi tantangan besar. Volume sampah yang terus meningkat memerlukan sinergi lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta agar gerakan zero waste benar-benar terwujud, bukan sekadar wacana.

Exit mobile version