Jumat, 27 Februari 2026 16:28

“Kalau untuk saya, WECE adalah sumber inspirasi dari semangat dan kesadaran kolektif — dari para peserta, mentor, dan semua tim yang terlibat,” ungkapnya. “Proses ini bukan semata belajar bagaimana cara mengajar, tapi lebih kepada kepedulian terhadap pengaruh pendidikan anak yang merupakan bagian dari masa depan.”

Ia menambahkan, pendidikan anak tidak bisa dilepaskan dari kesadaran pendidik dan orang tua terhadap perkembangan anak secara fisiologis, psikologis, dan spiritual (body, soul, spirit).

Wool Painting dan Table Puppet saat Waldorf Early Childhood Education Seminar 3 di Ubud Bali

Kesan Ibu Puspa menggambarkan semangat yang hidup dalam setiap hari seminar: bahwa pendidikan bukan sekadar transmisi pengetahuan, tetapi ruang bersama untuk bertumbuh sebagai manusia yang sadar dan berjiwa hangat.

Pendidikan Waldorf Melalui Kekuatan Ritme, Pengulangan dan Rasa Takzim Pada Anak Usia 0-7 Tahun

Pendidikan sebagai Jalan Kesadaran

Setiap sore, para peserta menutup hari dengan Harvesting dan penulisan jurnal. Di momen tenang itu, mereka merangkum bukan hanya apa yang telah mereka pelajari, tetapi juga apa yang mereka alami di dalam diri.

Forum tanya jawab di akhir seminar pun menjadi ruang untuk menyadari hal mendasar: bahwa mendidik anak sejatinya adalah proses mendidik diri sendiri.

“Belajar materi dan filosofi , seni, dan memahami bagaimana menjadi manusia sejati adalah proses bertumbuh yang tiada henti — sebagaimana harapan kita agar anak-anak pun mencintai proses belajar,” seperti disampaikan oleh Ibu Puspa.

Delapan hari di Campuhan bukan sekadar seminar, melainkan perjalanan yang meneguhkan keyakinan bahwa pendidikan adalah panggilan untuk menjadi manusia yang lebih sadar, hangat, dan utuh.

1 2

Penulis di Koran Mandala dengan kajian Pernak-pernik Bandung, Pendidikan, Geospasial, dan Sepakbola.

Exit mobile version