KoranMandala.com –Kehidupan di dunia ini cuma sementara. Yang abadi itu adalah kehidupan di akhirat. Begitu kata KH Athian Ali dalam tausiyahnya di hadapan para anggota TMT yang memenuhi acara pengajian yang diselenggarakan di RM Sederhana,jalan Soekarno Hatta 508 Bandung.
Mengacu kepada hadis Nabi, KH Athian Ali mengibaratkan bahwa kehidupan di dunia ini ibarat setetes air dibanding luasnya lautan yang mengelilingi bumi ini.
Tamsil itu mengibaratkan bahwa kehidupan kita di dunia hanyalah sementara. Di akhirat itulah kehidupan yang abadi. Abadi artinya tak terhingga.
Krisis Sampah di Bandung: Farhan Akui Tak Ada Solusi Baru, Walhi Jabar Angkat Bicara
Dari alam ruh kita memasuki alam nyata. Kemudian alam barzah.Berapa lama manusia tinggal di alam barzah ? Mungkin sampai kiamat. Dari sana kita memasuki alam Mahsar.
Kemudian ke alam hisab Di sini, kita diadili oleh Allah SWT. Kita harus mempertanggungjawabkan setiap detik dari kehidupan kita. Setelah itu, kita memasuki alam Mizan.kemudian ke alam Sirod.Akhirnya kita memasuki alam Akhirat, sebagai akhir perjalanan hidup kita, jelas KH Athian Ali.
Akhirat terdiri dari Surga dan Neraka. Surga disediakan untuk orang-orang yang beriman. Kalaupun mereka terlebih dahulu memasuki neraka, sifatnya hanyalah sementara. Neraka itu sendiri diperuntukkan bagi orang-orang kafir.
Untuk memasuki surga menurut KH Athian Ali, kita harus memiliki tiket. Tiket utama adalah keimanan.Akidah yang benar yang didasari kalimat tauhid “La Ilaha Illalloh”.
Akidah dapat diibaratkan akar pohon sedang dahannya adalah ibadah dalam hubungan kepada Allah sedang buahnya dalam hubungan sesama manusia.
Pohon akan mati kalau akarnya rusak. Begitu pula tidak ada arti kehidupan manusia manakala akidahnya sudah rusak.***
