ADVERTISEMENT
Koran Mandala – Aliansi Perguruan Tinggi (APERTI) BUMN kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan anak bangsa dengan memberikan 301 beasiswa untuk tahun akademik 2025. Terdiri dari 55 beasiswa penuh dan 246 beasiswa parsial, program ini ditujukan bagi mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, suku, agama, ataupun daerah asal.
Program beasiswa ini dibuka mulai 2 Juni 2025, dan dalam waktu dua minggu masa pendaftaran, panitia mencatat 12.707 pendaftar dari berbagai penjuru Nusantara. Angka ini melonjak drastis dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 7.513 pendaftar.
“Ini menunjukkan bahwa animo masyarakat terhadap akses pendidikan berkualitas semakin tinggi. Dan kami di APERTI BUMN hadir untuk menjawab kebutuhan itu,” ujar Prof. Ir. I Nyoman Pujawan, Wakil Ketua APERTI BUMN sekaligus Rektor Universitas Logistik dan Bisnis Internasional.
ADVERTISEMENT
Bek Jangkung Asal Argentina, Patricio Matricardi Resmi Berseragam Persib Bandung
Setiap perguruan tinggi anggota APERTI BUMN memiliki kriteria seleksi masing-masing, namun secara umum mempertimbangkan prestasi akademik dan non-akademik. “Kami memang memberikan ruang bagi siapa saja yang berprestasi, terlebih jika secara ekonomi kurang mampu. Tapi bukan berarti itu menjadi syarat utama. Seleksi tetap ketat,” jelas Nyoman.
Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, menyampaikan bahwa Telkom University menjadi kampus dengan jumlah penerima beasiswa penuh terbanyak tahun ini. Hal tersebut disesuaikan dengan kapasitas dan strategi pendidikan Telkom University ke depan.
“Telkom University memiliki misi menjadi National Excellence Entrepreneur University berbasis AI untuk mendukung SDGs. Kami tidak melihat institusi lain sebagai kompetitor, tapi sebagai kolaborator untuk bersama melawan kebodohan dan kemiskinan,” tegas Prof. Suyanto.
Ia menambahkan bahwa pendidikan di Telkom University dibuka bagi mahasiswa berbakat tanpa batasan apa pun, baik suku, agama, ras, fisik, maupun gender. “Kami harmonikan empati dan profesionalitas untuk mencerdaskan umat manusia,” katanya.
Para penerima beasiswa, baik penuh maupun parsial, harus mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,5 setiap semesternya. Jika turun, beasiswa akan dihentikan sementara, namun dapat diberikan kembali jika IPK kembali memenuhi syarat.
“Sudah ada beberapa kasus mahasiswa yang sempat dihentikan beasiswanya karena IPK turun, tapi mereka bangkit lagi dan kami lanjutkan kembali beasiswanya,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






