ADVERTISEMENT
Ketiga, makanan yang terlalu asin.
Natrium dalam garam dapat mengikat cairan dalam tubuh dan meningkatkan tekanan darah.
Tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat merusak pembuluh darah dan mengurangi elastisitasnya.
Oleh karena itu, konsumsi garam harian sebaiknya tidak melebihi satu sendok teh per hari.
ADVERTISEMENT
Alternatifnya, gunakan bumbu alami seperti bawang putih, cabai, atau rempah-rempah lainnya untuk memberikan rasa tanpa harus bergantung pada garam berlebih.
Beberapa Hari Menjelang Latihan Perdana Skuad Belum Komplit, Persib Incar Bomber Liga Kamboja ?
Keempat, makanan yang mengandung bahan pengawet tinggi, seperti makanan dalam kemasan atau kaleng.
Makanan yang tidak segar cenderung memiliki efek peradangan jangka panjang.
Mengonsumsi makanan alami yang dimasak sendiri, seperti dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang, jauh lebih baik daripada makanan instan yang tidak jelas kandungan aslinya.
Kelima, makanan yang bentuk alaminya telah berubah, seperti sosis, kornet, atau jus dalam kemasan.
Makanan olahan seperti ini sering kali mengandung tambahan pengawet, garam, dan gula yang tinggi.
Sebisa mungkin, pilihlah makanan dalam bentuk utuh, seperti buah segar, sayuran asli, daging tanpa olahan, atau ikan yang kita masak langsung.
Selain lebih sehat, makanan utuh juga mengandung serat dan nutrisi lengkap yang tubuh kita butuhkan.
Itulah pembahasan dari dr. Vito tentang makanan yang harus kita hindari agar jantung sehat.
Ingatlah, menjaga kesehatan jantung adalah bentuk investasi jangka panjang.
Pilihlah makanan yang segar, alami, dan tidak berlebihan. ***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






