Jumat, 27 Februari 2026 10:17

Intensitas nyerinya dapat bervariasi dari sedang hingga berat, dan sering kali akan menjadi parah karena adanya cahaya terang, suara keras, maupun aktivitas fisik.

Migrain juga kerap disertai mual dan muntah.

Faktor pencetusnya meliputi menstruasi, lapar akibat telat makan, konsumsi makanan tinggi MSG seperti cokelat atau keju, kurang tidur, dan tekanan emosional seperti marah, sedih,  atau cemas.

Untuk mengurangi frekuensi migrain, penting menjaga pola hidup sehat dan mengelola stres.

Tension-Type Headache (TTH)

TTH merupakan tipe sakit kepala paling umum yang kita rasakan sebagai tekanan atau sensasi seperti diikat di kedua sisi kepala.

Tidak dengan rasa mual, dan biasanya tidak memburuk meskipun penderita tetap beraktivitas.

Faktor utama penyebabnya adalah stres, kelelahan, serta ketegangan otot leher dan bahu.

Gejala ini lebih sering perempuan alami, dan bisa muncul secara berulang, baik bulanan maupun tahunan.

Penanganannya mencakup penggunaan obat pereda nyeri, pijatan ringan, serta terapi non-obat seperti relaksasi dan manajemen stres.

Cluster Headache

Berbeda dari dua jenis sebelumnya, nyeri kepala klaster termasuk jarang terjadi namun sangat menyakitkan.

Rasa nyeri muncul tiba-tiba, terutama pada malam hari, dan berlokasi di sekitar mata atau pelipis.

Sering kali beserta dengan gejala lain seperti mata merah, berair, hidung berair, serta keringat pada wajah sebelah.

Serangan dapat berlangsung 15 hingga 180 menit dan berulang di waktu yang sama setiap hari.

Penanganannya meliputi pemberian oksigen dan obat-obatan tertentu.

Dalam kasus sangat jarang, akan mempertimbangkan dengan tindakan operasi saraf, jika sakit berkepanjangan.

Memahami jenis sakit kepala yang kalian alami dapat membantu menentukan penanganan yang tepat.

Jika keluhan terus berulang, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga medis.

Itulah pembahasan beberapa jenis sakit kepala dari . ***

1 2

Penulis.

Exit mobile version