ADVERTISEMENT
Semakin banyak seseorang terpapar sinar matahari, semakin banyak produksi melanin tubuhnya, dan akibatnya kulit tampak lebih gelap.
Hal ini menjelaskan mengapa orang-orang yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia, India, dan Nigeria cenderung berkulit lebih gelap daripada mereka yang tinggal di daerah dingin seperti Eropa atau Rusia.
Dalam kasus khusus, terdapat kondisi genetik langka bernama albino, di mana tubuh tidak mampu memproduksi melanin.
ADVERTISEMENT
Akibatnya, kulit penderita albino tampak sangat pucat dan mereka sangat rentan terhadap sinar matahari.
Sebagai penutup, penting untuk kita pahami bahwa warna kulit merupakan hasil adaptasi biologis yang kompleks.
Itulah pembahasan dari dr. Abdul Hadi tentang alasan warna kulit setiap manusia berbeda-beda.
Apa pun warna kulit kita, semua sama berharganya. ***
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






