KORAN MANDALA – Gangguan pasokan air bersih dari PDAM Purwakarta atau Perumdam Gapura Tirta Rahayu dikeluhkan warga Perumahan Royal Campaka, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Setelah dua hari aliran air tidak berjalan normal, warga mulai mempertimbangkan aksi demo sebagai bentuk protes terhadap pelayanan perusahaan daerah tersebut.
Gangguan distribusi air itu berdampak langsung terhadap aktivitas rumah tangga. Sejumlah kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci pakaian, membersihkan rumah hingga menyiapkan keperluan memasak, menjadi terganggu akibat terbatasnya pasokan air.
Untuk memenuhi kebutuhan sementara, warga terpaksa mencari sumber air alternatif. Salah satunya dengan memanfaatkan sumur dalam yang berada di area pos keamanan perumahan.
Air dari sumur tersebut dipompa menggunakan mesin jet pump untuk kemudian didistribusikan kepada warga. Namun, kapasitas air yang tersedia masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh keluarga.
Pengurus Karang Taruna Kecamatan Campaka, Aep Saepul Bahri, SH, mengatakan keluhan masyarakat harus segera mendapat perhatian dan kepastian penyelesaian dari pihak Perumdam Gapura Tirta Rahayu.
“Kami berharap PDAM memberikan solusi nyata atas keluhan warga Perum Royal Campaka. Jika tidak ditangani serius, warga akan terpaksa melakukan aksi kepada pihak PDAM,” kata Aep dikutip pada Senin (2/11/2026).
Menurut Aep, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai waktu pemulihan pasokan air. Pihak PDAM juga diminta terbuka menjelaskan penyebab terganggunya distribusi air yang disebut terus berulang.
Jika tidak segera mendapat respons dan penanganan, warga khawatir kekecewaan masyarakat semakin meningkat. Mereka berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan tanpa harus turun ke jalan untuk menyampaikan protes demi mendapatkan pelayanan air bersih.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






