RDS Gateball Cup ke-6: Menguatkan Warisan Raden Dewi Sartika Lewat Turnamen Olahraga (Sarah/Koranmandala)
KORAN MANDALA – Turnamen Raden Dewi Sartika (RDS) Gateball Cup ke-7 tidak sekadar menjadi ajang pertandingan olahraga.
Kegiatan yang digelar pada 4–6 Desember 2026 membawa misi mengenalkan kembali sosok dan perjuangan pahlawan perempuan asal Tatar Sunda, Raden Dewi Sartika.
Ketua penyelenggara RDS Gateball Cup, Hendi Kuncaragunita, mengatakan pemilihan nama Dewi Sartika memiliki keterkaitan dengan perkembangan gateball di Kota Bandung yang banyak diminati kaum perempuan.
Menurutnya, perkembangan gateball di Bandung semakin terlihat sejak 2019. Saat ini, terdapat sekitar 32 klub gateball di Kota Bandung, belum termasuk komunitas yang belum terdaftar.
“Kalau kita lihat, gateball di Bandung ini perkembangannya cukup pesat. Sekarang sudah ada sekitar 32 klub, belum termasuk komunitas-komunitas yang belum terdaftar,” kata Hendi saat ditemui Koran Mandala, Minggu (1/11/2026)
Ia menjelaskan, banyaknya perempuan yang terlibat dalam olahraga gateball menjadi salah satu alasan turnamen tersebut dikaitkan dengan sosok Dewi Sartika.
“Karena memang pemain gateball ini banyak perempuannya. Jadi, kita kaitkan dengan Raden Dewi Sartika sebagai pahlawan perempuan dari Tatar Sunda,” ujarnya.
Hendi mengatakan, penyelenggaraan RDS Gateball Cup bukan hanya berorientasi pada pertandingan, tetapi juga menjadi upaya mengingatkan masyarakat terhadap jasa para pahlawan.
“Tujuan kita bukan hanya bermain gateball, tetapi bagaimana mengingatkan kembali masyarakat tentang jasa-jasa pahlawan, khususnya Raden Dewi Sartika,” tuturnya.
Menurutnya, perjuangan Dewi Sartika, terutama dalam memperjuangkan pendidikan perempuan, perlu terus dikenalkan kepada masyarakat dan generasi muda. Ia menilai, sosok Dewi Sartika memiliki pemikiran yang jauh ke depan pada masanya.
Meski telah memasuki penyelenggaraan ketujuh, Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang, tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan gateball dan menjaga ingatan masyarakat terhadap perjuangan Raden Dewi Sartika.
“Harapan ke depan, ya mudah-mudahan yang sifatnya positif ini, mulai daripada tujuannya bahwa tadi saya bilang bangsa yang besar itu yang adalah bangsa yang menghargai, menghormati daripada jasa pahlawan. Nah. Apalagi mungkin pemerintah, ya, yang menjadi satu andalan kita, harusnya juga aware terhadap program-program seperti ini.”
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membawa misi mengenalkan jasa pahlawan, tetapi juga mendorong masyarakat tetap aktif berolahraga sekaligus membuka ruang bagi atlet untuk berprestasi.
“Olahraga merupakan kegiatan positif. Kami juga menyediakan kategori yang tidak hanya berorientasi pada olahraga masyarakat, yakni beregu putri usia 50 tahun ke atas, tetapi juga kategori prestasi. Kategori triple tidak memiliki batasan usia, sehingga bisa menjadi wadah bagi atlet untuk berprestasi. Jadi, untuk kedua kategori tersebut, semestinya mendapatkan dukungan dari pemerintah bisa lebih besar,” tuturnya
Sebagai Informasi,Turnamen ini terbuka untuk masyarakat umum yang ingin menyaksikan pertandingan maupun rangkaian kegiatan yang disiapkan penyelenggara.