Daerah

Adang Rochyana Terpilih Aklamasi Pimpin PMI Jabar 2026–2031

KORAN MANDALA –Irjen Pol (Purn.) Adang Rochyana kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Barat untuk masa bakti 2026–2031 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PMI Jabar pada 22 Oktober 2026.

Ketua Sidang Musprov, dr. Helmi, yang juga menjabat Ketua PMI Kabupaten Garut, mengatakan proses persidangan dilaksanakan dengan mengacu pada arahan, mandat, dan jadwal yang menurutnya telah disetujui PMI Pusat.

Ia mengakui adanya perbedaan pandangan dalam pelaksanaan musyawarah. Namun, menurutnya, setiap keberatan perlu diselesaikan melalui mekanisme organisasi dengan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI.

ADVERTISEMENT

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

“Perbedaan pandangan dan ketidakpuasan tentu merupakan hal yang wajar dalam sebuah musyawarah. Namun, proses persidangan dilaksanakan berdasarkan arahan dan jadwal yang telah disetujui PMI Pusat, serta mengacu pada surat keputusan yang diberikan kepada Pengurus PMI Jawa Barat,” ujar Helmi.

Dinamika Musprov turut memunculkan perbedaan pandangan mengenai proses pemilihan dan penerapan aturan organisasi.

Menanggapi hal tersebut, penilaian terhadap pelaksanaan Musprov perlu didasarkan pada ketentuan AD/ART, dokumen keputusan, serta prosedur yang berlaku.

Pernyataan Ketua Bidang Organisasi PMI Pusat, Sudirman Said, terkait pelaksanaan Musprov pada 22 Oktober 2026 juga menjadi bagian dari dinamika tersebut.

Untuk memperoleh gambaran yang berimbang, diperlukan penjelasan dari pihak PMI Pusat mengenai keberatan yang disampaikan, termasuk dasar aturan dan prosedur yang menjadi persoalan.

Persoalan lain yang turut disebut dalam dinamika organisasi adalah legalitas kegiatan di Cirebon. Hal tersebut perlu diklarifikasi kepada pihak terkait agar penilaian terhadap kegiatan organisasi dilakukan berdasarkan ketentuan yang sama.

PMI Pusat diharapkan dapat memfasilitasi penyelesaian perbedaan melalui mekanisme organisasi yang objektif dan transparan, sehingga persoalan internal tidak mengganggu pelayanan kemanusiaan.

Terpilihnya kembali Adang Rochyana menjadi momentum bagi PMI Jawa Barat untuk melanjutkan program kerja sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.

Sejumlah tugas yang perlu menjadi perhatian meliputi pelayanan darah, kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana, pembinaan relawan, serta peningkatan kapasitas PMI di tingkat kabupaten dan kota.

Dengan dimulainya masa bakti 2026–2031, PMI Jawa Barat diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelayanan dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

Penyelesaian dinamika internal melalui aturan organisasi dinilai penting agar PMI tetap berfokus pada tugas utamanya, yakni pelayanan kemanusiaan.

Koranmandala.com

Published by

Recent Posts

Ekspor Naik, PHK Tekstil Masih Membayangi Jawa Barat

KORAN MANDALA – Lonjakan nilai ekspor nasional belum sepenuhnya berdampak pada penyerapan tenaga kerja di…

1 jam ago

Jadwal Padat Mengadang, Marc Klok Tegaskan Target Persib

KORAN MANDALA –Persib Bandung tak punya banyak ruang untuk lengah. Di tengah jadwal pertandingan yang…

2 jam ago

Zakat BAZNAS Garut Tembus Rp13 Miliar, Penghimpunan Menurun

KORAN MANDALA – Penghimpunan zakat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut mencapai Rp13 miliar pada…

3 jam ago

Cara Cek Desil Bansos 2026 Lewat HP, Ketahui Status Kesejahteraan

KORAN MANDALA –Masyarakat dapat mengecek desil kesejahteraan keluarga untuk mengetahui kelompok tingkat kesejahteraan yang tercatat…

5 jam ago

Jagad Music Waldorf Vol.1: Saat Musik Jadi Ruang Tumbuh Bersama Anak

KORAN MANDALA – Minggu pagi (18/10/2026), Jagad Alit Waldorf, sekolah Waldorf di Bandung yang menerapkan…

5 jam ago

Cuaca Panas, Ini 7 Tips Menjaga Tubuh Tetap Fit dan Terhindar dari Dehidrasi

KORAN MANDALA –Cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah Indonesia membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi…

6 jam ago