Daerah

Mahasiswa Unla Gelar Aksi di DPRD Jabar, Sampaikan Tiga Tuntutan

KORAN MANDALA – Sejumlah mahasiswa Universitas Langlangbuana (Unla) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu (21/10/2026). Mereka membawa tiga tuntutan utama terkait kerusakan lingkungan, penegakan hukum, ruang demokrasi, hingga evaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Presiden Mahasiswa Unla, Muhammad Azmi Fakturahman, bersama mahasiswa lainnya membawa sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

Mereka menilai peningkatan kesejahteraan masyarakat belum cukup jika tidak diiringi kebijakan yang berpihak pada kebutuhan rakyat.

ADVERTISEMENT

“Pemerintah harus memastikan kebijakan yang diambil tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan daya beli masyarakat, kesempatan kerja, dan kemampuan warga memenuhi kebutuhan dasar,” ujar Azmi. Rabu (21/10/2026)

Tuntutan pertama berkaitan dengan penghentian kerusakan ekologis dan penyelesaian konflik agraria. Mahasiswa mendesak pemerintah memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), memulihkan ekosistem, serta menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran sesuai ketentuan hukum.

Mereka juga meminta penyelesaian konflik agraria secara adil, perlindungan hak masyarakat atas tanah dan ruang hidup, serta evaluasi kebijakan penguasaan lahan yang berpotensi menimbulkan ketimpangan.

Tuntutan kedua menyangkut penyelamatan hukum, konstitusi, dan ruang demokrasi. Mahasiswa mendesak penegakan hukum yang independen dan tidak tebang pilih serta menolak pembatasan kebebasan berpendapat, berekspresi, berkumpul, dan menyampaikan aspirasi secara damai.

“Ruang demokrasi harus tetap terbuka. Masyarakat berhak menyampaikan kritik dan aspirasi tanpa dibayangi rasa takut,” demikian substansi tuntutan mahasiswa terkait kebebasan sipil.

Sementara itu, tuntutan ketiga diarahkan pada pertanggungjawaban politik atas persoalan kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan Prabowo-Gibran.

Mahasiswa meminta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah, termasuk dalam penanganan krisis ekologis, konflik agraria, penegakan hukum, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan kepentingan rakyat.

Mereka juga menyoroti kebijakan ekonomi yang dinilai perlu dievaluasi berdasarkan dampaknya terhadap daya beli, biaya hidup, kesempatan kerja, kualitas pekerjaan, serta ketimpangan kesejahteraan.

Mahasiswa menegaskan pertanggungjawaban politik penyelenggara negara harus ditempuh melalui mekanisme konstitusional, dengan mempertimbangkan evaluasi kinerja dan bukti yang dapat diuji.

KoranMandala.com

Published by

Recent Posts

Ekspor Meningkat, Pemerintah Diminta Siapkan SDM Industri Jawa Barat

KORAN MANDALA – Peningkatan nilai ekspor nasional dinilai perlu diikuti kesiapan sumber daya manusia (SDM)…

2 jam ago

Bahu Jalan Ambles, Warga Purwakarta Keluhkan Dampak Galian Kabel

KORAN MANDALA – Kondisi bahu dan badan jalan yang mengalami penurunan permukaan di sejumlah ruas…

2 jam ago

Bed RSUD Garut Baru 1.183, Kebutuhan Ideal 2.900

KORAN MANDALA – Kapasitas pelayanan rumah sakit di Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan besar. Dengan jumlah…

10 jam ago

Area Bermain Keropos dan Wastafel Kering, Fasilitas Taman Cempaka Dikeluhkan pengunjung

KORAN MANDALA – Sejumlah fasilitas di Taman Cempaka atau Taman Fotografi, Jalan Taman Cempaka, Kelurahan…

11 jam ago

Hendak ke Masjid, Motor Warga Malangbong Raib Dicuri

KORAN MANDALA –Niat berangkat ke masjid pada Minggu dini hari (18/10/2026) justru membuat seorang warga…

12 jam ago

Kabar Gembira Persib! Notsuda Kirim Sinyal Comeback

KORAN MANDALA – Persib Bandung mulai mendapat angin segar terkait kondisi gelandang asingnya, Gakuto Notsuda. Setelah…

13 jam ago