KORAN MANDALA – Mengayuh becak selama berjam-jam bukan pekerjaan ringan, terlebih bagi pekerja yang usianya tak lagi muda. Kini, 100 pengayuh becak di Kota Cimahi mendapat alternatif kendaraan untuk mencari nafkah setelah menerima bantuan becak listrik dari pemerintah pusat, Selasa (20/10/2026).
Bantuan yang diserahkan melalui program Presiden Prabowo Subianto itu diharapkan dapat mengurangi beban fisik pengayuh becak sekaligus membantu mereka tetap bertahan di tengah persaingan transportasi yang semakin beragam.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyampaikan apresiasi atas penambahan jumlah bantuan yang diterima daerahnya. Menurut dia, alokasi awal yang direncanakan untuk Cimahi sebanyak 40 unit, tetapi kemudian bertambah menjadi 100 unit.
ADVERTISEMENT
Dulu Bermimpi, Kini Berani: Open House SRT 17 Cimahi Tunjukkan Potensi dan Prestasi Siswa
“Pertama, saya ucapkan terima kasih selaku warga Kota Cimahi kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, yang pada hari ini telah menyerahkan 100 unit becak listrik kepada para pengayuh becak di Kota Cimahi,” kata Ngatiyana saat ditemui di lokasi penyerahan.
“Alhamdulillah, semula dibantu 40 sebenarnya, tetapi oleh Bapak Presiden dikasih 100,” tambahnya.
Penambahan jumlah unit tersebut memperluas penerima manfaat program. Namun, dampak bantuan ini nantinya tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kendaraan yang dibagikan, melainkan juga oleh kemampuan para pengayuh mengoperasikannya dan manfaat ekonominya dalam kegiatan sehari-hari.
Sudah Dilatih Sepekan, Kapan Mulai Beroperasi?
Pemkot Cimahi menyatakan para penerima bantuan telah mengikuti pelatihan selama satu minggu sebelum becak listrik dioperasikan. Pembekalan tersebut menjadi bagian dari persiapan agar pengayuh dapat menggunakan kendaraan dengan aman.
“Sudah satu minggu kita latih secara terus-menerus. Alhamdulillah, pelaksanaannya bagus dan mudah-mudahan bisa cepat beroperasional di lapangan,” tutur Ngatiyana.
Meski pelatihan telah dilakukan, kesiapan operasional tetap menjadi hal penting. Penggunaan kendaraan listrik membutuhkan pemahaman mengenai pengisian daya, perawatan baterai, serta penanganan apabila terjadi gangguan teknis.
Ketersediaan fasilitas pengisian daya dan layanan perbaikan juga perlu diperhatikan agar kendaraan dapat digunakan secara berkelanjutan. Tanpa dukungan tersebut, penerima bantuan berpotensi menghadapi kendala ketika becak mengalami kerusakan atau kehabisan daya saat bekerja.
Selain kesiapan teknis, dampak bantuan terhadap pendapatan pengayuh juga perlu diukur. Informasi mengenai biaya operasional, penghematan yang diperoleh, dan jumlah perjalanan harian akan membantu menilai apakah becak listrik benar-benar membuat pekerjaan lebih efisien.
Bukan Sekadar Kendaraan Baru
Becak listrik diharapkan dapat melayani perjalanan jarak pendek, terutama di kawasan permukiman dan lokasi yang membutuhkan angkutan dengan jangkauan terbatas. Kendaraan ini juga berpotensi membantu pengayuh mempertahankan mata pencaharian tanpa harus mengandalkan tenaga fisik sebesar saat menggunakan becak kayuh konvensional.
Di tengah persaingan dengan transportasi daring dan moda angkutan lainnya, keberadaan becak listrik dapat menjadi alternatif bagi pekerja sektor informal. Namun, keberlanjutan manfaatnya akan bergantung pada kebutuhan penumpang, lokasi operasional, tarif, serta kemampuan pengayuh merawat kendaraan.
Penyerahan 100 unit becak listrik tersebut turut disaksikan Sekretaris Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana, perwakilan yayasan penyelenggara, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kapolsek Cimahi Selatan Kompol Yudhi Hariyanto hadir mewakili Kapolres Cimahi AKBP Moch Faruk Rozi.
Bagi para penerima, bantuan ini membuka peluang untuk bekerja dengan beban fisik yang lebih ringan. Tantangan berikutnya adalah memastikan kendaraan benar-benar beroperasi, mudah dirawat, dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi pengayuh becak di Kota Cimahi.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






