KORAN MANDALA –Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Kabupaten Garut merupakan badan usaha milik daerah yang memiliki peran ganda, yakni menjalankan fungsi sosial dalam menyediakan pelayanan publik sekaligus fungsi ekonomi sebagai badan usaha yang harus dikelola secara efisien, sehat, dan berkelanjutan.
Sebagai penyedia layanan kebutuhan dasar masyarakat, PDAM Tirta Intan dituntut untuk senantiasa memberikan pelayanan yang optimal dalam memenuhi kebutuhan air minum masyarakat. Ketersediaan air yang berkualitas, terjangkau, dan berkesinambungan merupakan kebutuhan mendasar yang harus diupayakan pemenuhannya.
Namun, dalam kondisi alam yang mengalami kemarau berkepanjangan, keterbatasan ketersediaan sumber air menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga kontinuitas pelayanan.
Yudha Puja Turnawan Desak Pemkab Garut Naikan Anggaran Untuk Benahi TPA Pasir Bajing
Di tengah kondisi tersebut, PDAM Tirta Intan terus berupaya mengoptimalkan sumber daya yang tersedia agar kebutuhan air masyarakat tetap dapat terpenuhi semaksimal mungkin.
Di sisi lain, sebagai badan usaha, PDAM juga dituntut untuk menjalankan operasional secara efisien, menjaga kesehatan keuangan, serta menghasilkan pendapatan yang memadai untuk membiayai kegiatan operasional, pemeliharaan, investasi, dan pengembangan layanan.
Kedua fungsi tersebut harus berjalan secara seimbang. PDAM tidak hanya dituntut untuk memberikan manfaat sosial bagi masyarakat melalui penyediaan air minum, tetapi juga harus mampu menjaga keberlanjutan usaha agar pelayanan dapat terus berlangsung dalam jangka panjang.
Tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menghadirkan pelayanan air minum yang berkualitas, terjangkau secara ekonomi, dan berkesinambungan, sekaligus memastikan ketersediaan pendapatan yang cukup untuk mendukung operasional dan pengembangan infrastruktur pelayanan.
Untuk mewujudkan keberlanjutan tersebut, dukungan dan kerja sama dari pelanggan menjadi bagian penting. Kedisiplinan dalam menggunakan air secara bijak, terutama pada musim kemarau, serta kepatuhan dalam membayar tagihan tepat waktu merupakan bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga kelangsungan pelayanan air minum.
Dari sisi ekonomi, PDAM Tirta Intan terus berupaya meningkatkan kinerja perusahaan melalui sejumlah langkah strategis, antara lain:
– Pengendalian biaya operasional, termasuk biaya energi, bahan kimia, tenaga kerja, dan pemeliharaan jaringan.
– Penurunan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), guna meningkatkan efisiensi distribusi dan pemanfaatan sumber daya air.
– Peningkatan efektivitas penagihan,sekaligus pengendalian piutang pelanggan agar arus kas perusahaan tetap sehat.
– Pengelolaan aset, investasi, dan arus kas secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.
– Peningkatan surplus usaha yang memadai, untuk mendukung pemeliharaan infrastruktur, peremajaan aset, serta pengembangan jaringan pelayanan.
Upaya tersebut bukan semata-mata untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, melainkan juga untuk memastikan bahwa PDAM memiliki kemampuan yang cukup dalam mempertahankan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan distribusi, serta menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber air akibat perubahan kondisi cuaca.
Dengan demikian, keberhasilan PDAM Tirta Intan Garut tidak hanya diukur dari kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan, tetapi juga dari kemampuannya memberikan pelayanan yang adil, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Untuk menjaga kelangsungan dan kelancaran pelayanan air minum, PDAM Tirta Intan Garut mengharapkan dukungan serta kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah, pelanggan, maupun pemangku kepentingan lainnya.*
