ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA –Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan kewajiban akademik, tetapi tetap aktif mengawasi kebijakan pemerintah.
Menurutnya, pendidikan dan kritik sosial merupakan dua tanggung jawab yang perlu berjalan beriringan.
Pesan itu disampaikan Om Zein saat menjadi pemateri dalam kegiatan pelantikan, upgrading, dan rapat kerja PERMATA dan Srikandi Cabang Purwakarta periode 2026/2027 di Kantor DPRD Kabupaten Purwakarta, Sabtu (10/10/2026).
ADVERTISEMENT
Pemkab Purwakarta Gandeng Kejari, Kepala Desa Didorong Lebih Tertib Kelola Anggaran
Om Zein menilai, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk memperdalam pengetahuan, membangun karakter, dan menyiapkan diri menghadapi tantangan di masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan mengenyam pendidikan tinggi perlu dijalani dengan disiplin dan kesungguhan.
“Mahasiswa jangan sampai melupakan tugas utamanya, yaitu kewajiban akademik. Kesempatan kuliah merupakan hasil kerja keras orang tua, sehingga harus dijalani dengan disiplin dan kesungguhan,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa tanggung jawab mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa juga memiliki peran sebagai kontrol sosial yang dapat menyampaikan kritik, mengawasi kebijakan, dan mengingatkan pemerintah ketika terdapat persoalan yang perlu diperbaiki.
Menurut Om Zein, kritik mahasiswa dibutuhkan sebagai masukan bagi pemerintah daerah. Aspirasi tersebut diharapkan disampaikan secara kritis dan disertai pemikiran yang jernih agar dapat membantu mengidentifikasi persoalan serta mendorong perbaikan kebijakan.
“Mahasiswa harus tetap menjadi kontrol sosial yang memberikan masukan kepada pemerintah. Generasi muda perlu mengasah rasa dan pikirannya agar peka terhadap persoalan di sekitarnya,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam pembangunan Purwakarta. Meski demikian, peran mahasiswa sebagai pengawas kebijakan tetap penting agar pembangunan daerah berjalan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penyerahan Al-Qur’an kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Miftahul Iman di Perumahan Bukit Berbunga, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur.
Pesan yang disampaikan dalam kegiatan itu menempatkan mahasiswa pada dua tanggung jawab sekaligus: menyelesaikan pendidikan dengan baik dan tetap peka terhadap persoalan publik. Peran tersebut akan semakin bermakna ketika kritik dan aspirasi mahasiswa mendapat ruang untuk ditanggapi secara terbuka oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






