KORAN MANDALA – Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Paguyuban Pasundan memperkuat pembinaan karakter siswa melalui Kemah Budaya Sako Paguyuban Pasundan IV Tahun 2026.
Lebih dari 5.200 siswa dari Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung Raya dan Sumedang, mengikuti kegiatan yang digelar di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Selasa 6 Oktober 2026.
Ketua Mabi Sako Pramuka Paguyuban Pasundan yang juga Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Prof. Didi Turmudzi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi tujuan pendidikan nasional dalam membentuk peserta didik yang berkarakter.
“Kegiatan ini adalah implementasi dari undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, di mana dalam tujuan pendidikannya adalah melahirkan anak didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta mandiri, bertanggung jawab, disiplin, dan demokratis,” ujar Prof. Didi di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Selasa 6 Oktober 2026.
Menurut Prof. Didi, kegiatan perkemahan juga menjadi bagian dari pembinaan karakter bangsa. Ia menilai peserta didik perlu memiliki sikap pantang menyerah, pemberani, serta bertanggung jawab.
“Apa pun yang dilakukan di sini adalah dalam rangka pembinaan karakter bangsa sesuai cita-cita kemerdekaan, bahwa kita harus punya karakter pantang menyerah, pemberani, petarung, dan bertanggung jawab. Insyaallah anak-anak kita akan menjadi anak yang saleh dan salihah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Puseur Sako Pramuka Paguyuban Pasundan sekaligus Sekjen PB Paguyuban Pasundan, Prof. Budiana, mengatakan Kemah Budaya IV juga menjadi sarana pembinaan mental bagi siswa di lingkungan sekolah Pasundan.
“Kegiatan ini menjadi wahana, terutama hari ini sangat penting sebagai self healing atau pembinaan mental bagi siswa-siswa di lingkungan sekolah Pasundan. Selain itu, ini menjadi ajang silaturahmi antar siswa agar kelak mereka bisa menjadi kader-kader bangsa yang berkualitas,” kata Prof. Budiana.
Ia menjelaskan, pemilihan tema kebudayaan dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan misi Paguyuban Pasundan untuk menjaga dan merevitalisasi nilai-nilai budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Kemah Budaya IV diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari perlombaan bertema budaya, permainan edukatif hingga penanaman budi pekerti yang dipandu instruktur dari lingkungan Pasundan.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari sinergi antara pengalaman Paguyuban Pasundan dalam bidang pendidikan dengan Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter peserta didik.
