ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Kesempatan berprestasi di bidang olahraga seharusnya tidak ditentukan oleh kondisi fisik maupun mental seseorang.
Pesan itu menjadi salah satu sorotan keberangkatan atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Bandung yang akan memperkuat kontingen Jawa Barat pada Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Nusa Tenggara Timur.
Keikutsertaan atlet SOIna tidak sekadar soal mengejar prestasi di tingkat nasional. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya mendorong olahraga yang lebih inklusif, sekaligus menunjukkan bahwa penyandang disabilitas intelektual memiliki ruang yang sama untuk berkompetisi dan berprestasi.
ADVERTISEMENT
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan olahraga semestinya dapat diakses seluruh masyarakat tanpa dibatasi kondisi fisik maupun mental.
“Saya berharap, SOIna akan selalu menjadi simbol olahraga yang inklusif untuk semua orang,” ujar Farhan saat memberikan dukungan kepada atlet SOIna Kota Bandung dalam rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tingkat Kota Bandung di GOR Bandung, Selasa (6/10/2026).
Menurut Farhan, para atlet SOIna menghadapi tantangan tersendiri dalam menjalani proses latihan hingga pertandingan.
Karena itu, dukungan terhadap mereka tidak semestinya berhenti pada saat keberangkatan menuju kompetisi, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kesempatan latihan, pembinaan, fasilitas, serta ruang kompetisi yang berkelanjutan.
“Kondisi apa pun yang kita hadapi, baik fisik maupun mental, bukanlah kendala untuk bisa memberikan yang terbaik dan menjadi yang terbaik,” katanya.
Atlet Kota Bandung nantinya menjadi bagian dari kontingen Jawa Barat dalam ajang Pesonas II 2026. Farhan berharap mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga sportivitas selama mengikuti kompetisi.
“Khusus untuk SOIna yang akan segera berangkat, kontingen Bandung akan menjadi bagian dari kontingen Jawa Barat dalam persaingan nasional,” ujarnya.
Keikutsertaan di Pesonas juga menjadi momentum untuk melihat sejauh mana prinsip olahraga untuk semua benar-benar diterapkan. Sebab, olahraga inklusif bukan hanya tentang memberikan kesempatan bertanding, tetapi memastikan atlet dengan kebutuhan khusus memperoleh akses pembinaan dan fasilitas yang layak untuk berkembang.
Farhan pun mendorong agar semangat memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat tidak berhenti sebagai slogan, melainkan mencakup seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali.
Dengan membawa nama Jawa Barat di tingkat nasional, atlet SOIna Kota Bandung diharapkan tidak hanya mengejar hasil pertandingan, tetapi juga memperkuat pesan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menutup kesempatan seseorang dalam meraih prestasi.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






