KORAN MANDALA – Momentum Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 menjadi perhatian bagi Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM), khususnya terkait aksesibilitas fasilitas publik bagi penyandang disabilitas.
Perwakilan RBM, Jumono, mengatakan fasilitas publik di Kota Bandung masih perlu dibenahi agar dapat diakses secara nyaman oleh penyandang disabilitas. Salah satunya terlihat dari keberadaan anak tangga di sejumlah gedung pelayanan publik.
“Kalau untuk trotoar-trotoar sudah mulai ada perbaikan sedikit-sedikit. Tetapi masih banyak juga yang lainnya yang masih belum. Ini yang menyebabkan teman-teman disabilitas enggan keluar, enggan untuk menikmati fasilitas publik,” kata Jumono Kepada Koran Mandala. Jum’at (25/9/2026)
Menurutnya, gedung yang memiliki banyak tangga menjadi kendala, terutama bagi penyandang disabilitas pengguna kursi roda.
“Misalnya seperti gedung-gedung yang banyak tangga-tangga, itu sangat sulit diakses untuk teman-teman yang pakai kursi roda khususnya,” ujarnya.
Jumono mencontohkan sejumlah fasilitas perbankan dan ATM yang masih memiliki undakan. Kondisi tersebut, kata dia, dapat menyulitkan penyandang disabilitas ketika hendak menggunakan layanan.
“Contohnya di gedung perbankan, kemudian ATM juga masih banyak undakan-undakan atau anak tangga di bagian akses masuk” katanya
Hal serupa juga ditemukan di sejumlah kantor pemerintahan di tingkat kelurahan dan kecamatan.
“Di kantor kelurahan, kantor kecamatan banyak yang masih pakai anak tangga yang menyulitkan teman teman disabilitas ” katanya.
Sementara itu, Jumono menilai aksesibilitas di Balai Kota Bandung sudah cukup baik. Namun, ia berharap pembenahan fasilitas publik dilakukan secara lebih luas sehingga tidak hanya terpusat pada lokasi tertentu.
“Harapannya tentu untuk Kota Bandung ke depan semakin lebih baik lagi. Fasilitas-fasilitas publik untuk para penyandang disabilitas semakin nyaman, semakin ramah,” tuturnya.
Selain fasilitas pemerintahan, Jumono juga berharap aksesibilitas diperhatikan pada tempat wisata dan sarana transportasi.
“Tempat-tempat wisata, kemudian sarana transportasi harus bisa dipergunakan untuk masyarakat disabilitas,” pungkasnya.
