ADVERTISEMENT
KORAN MANDALA – Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 menjadi momentum bagi warga untuk menyampaikan harapan terhadap kondisi Kota Bandung, termasuk persoalan kemacetan yang masih dirasakan dalam aktivitas sehari-hari.
Salah seorang pelajar SMP Negeri 14 Bandung, Akhtar (15), menyoroti kemacetan yang kerap terjadi saat dirinya berangkat sekolah pada pagi hari.
Menurutnya, kepadatan kendaraan membuat akses perjalanan menuju sekolah menjadi kurang mudah. Ia berharap pemerintah dapat memperbaiki fasilitas umum dan menghadirkan akses jalan yang lebih lancar.
ADVERTISEMENT
“Ya mungkin untuk fasilitas umum ya juga, karena kita sebagai pelajar juga pagi-pagi kan berangkat sekolah, banyak kemacetan juga di jalan.kami harap ke depannya itu, akses jalan lebih mudah,” Ujar Akhtar saat diwawancarai Koran Mandala. Jum’at (25/9/2026)
Akhtar mengatakan, dirinya harus berangkat lebih pagi untuk menghindari kemacetan. Menurutnya, perjalanan pada pukul 06.00 WIB masih memungkinkan untuk menghindari kepadatan.
“Paling maksimal itu jalan jam 6.00, itu biar enggak kena macet. Kalau misalnya jam 6.10 atau 6.15 itu udah pasti udah kena macet di jalan,” katanya.
Dalam kesehariannya, Akhtar mengaku terkadang menggunakan angkutan kota (angkot) dan terkadang diantar oleh orang tua untuk berangkat sekolah.
“Biasanya kadang pakai angkot, kadang diantar.” ungkapnya
Ia juga menyoroti rencana kehadiran Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bandung. Menurutnya, keberadaan transportasi publik tersebut perlu disosialisasikan kepada sekolah agar dapat dimanfaatkan oleh para pelajar.
“Mungkin diinfokan kepada setiap sekolah kalau misalnya bisa menggunakan transportasi ini biar di jalan juga enggak terlalu penuh jalannya.” tuturnya
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






