KORAN MANDALA – Penggunaan becak listrik di kawasan Pasar Baru Kota Bandung masih memiliki tantangan bagi penarik becak. Becak listrik tersebut hanya memiliki kecepatan sekitar 15 kilometer per jam.
Meski menggunakan tenaga listrik, kendaraan tersebut tetap harus dibantu dengan gowesan, terutama saat melintasi jalan menanjak.
Salah seorang penerima becak listrik, Pepen Abidin (61), mengatakan dirinya berasal dari kawasan Kebon Kopi, Cimahi. Ia telah menggunakan becak listrik tersebut untuk mencari penumpang di sekitar Pasar Baru.
Menurut Pepen, becak listrik yang digunakannya memiliki pedal di bagian belakang yang tetap harus dikayuh untuk membantu laju kendaraan.
“Ini kekuatannya cuma 15 km/jam. Kalau di jalanan yang nanjak, tetap harus dibantu sama pedalnya, jadi digowes aja. Kalau enggak, enggak akan naik,” ujar Pepen, Selasa (22/9/2026).
Selain harus beradaptasi dengan cara penggunaan, Pepen mengaku sempat mengalami kesulitan ketika pertama kali mengoperasikan becak listrik.
Namun, ia mulai terbiasa setelah menggunakan kendaraan tersebut selama satu hari.
“Waktu awal kan di kasih tau sama petugas di Kodam itu, awalnya ya Kesulitan pas hari pertama, tetapi hari ke dua seterusnya biasa aja” tuturnya.
Pepen mengatakan, dirinya mendapat pengarahan mengenai cara mengoperasikan kendaraan. Salah satunya untuk menyalakan kendaraan dengan menekan tombol bertanda huruf P yang berada di bagian belakang.
“Nah jadi ada yang namanya letter P, ininya harus ditekan. kalau udah ditekan itu udah nyala,” ujar Pepen.
Untuk mengisi daya, Pepen juga mendapatkan charger yang digunakan untuk mengisi baterai becak listrik. .
“Ada di bawah casannya, ada, komplit ya. Alhamdulillah,” katanya.
Meski sudah terbiasa, Pepen menilai kecepatan becak listrik tersebut masih kurang. Ia berharap kendaraan itu dapat memiliki kecepatan lebih tinggi sehingga lebih nyaman digunakan untuk mencari penumpang.
“Seharusnya mah lebih yaa, lebih cepat gitu sedikit, mungkin 40 km,” ungkapnya
