Daerah

Daddy Rohanady Dorong PSEL Fokus ke TPPAS Legok Nangka

KORAN MANDALA – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady, menilai penanganan persoalan sampah tidak hanya berfokus pada tempat pemrosesan akhir, tetapi juga harus dilakukan sejak dari hulu.
‎
‎Daddy mengatakan, Sarimukti merupakan TPA yang bersifat sementara sehingga investasi jangka panjang, termasuk pembangunan PSEL, perlu dipertimbangkan.
‎
‎“Sarimukti merupakan TPA ‘sementara’. Jadi, investasi tidak bisa dilakukan untuk jangka panjang, termasuk PSEL,” kata Daddy, Saat dihubungi Koran Mandala Senin, 31 Agustus 2026.
‎
‎Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus lebih fokus mempercepat penyelesaian TPPAS Regional Legok Nangka yang saat ini telah memasuki tahap groundbreaking.
‎
‎“Pemprov Jabar harus lebih fokus pada akselerasi penyelesaian TPPAS Regional Legok Nangka. Lagipula Legok Nangka sudah groundbreaking. Kami di DPRD, terlebih saya, amat sangat berharap Legok Nangka dapat beroperasi secepatnya,” ujarnya.
‎
‎Daddy mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah dalam penyelesaian Legok Nangka. Namun, berbagai persoalan tersebut harus diupayakan secara optimal.
‎
‎“Memang masih banyak PR, tapi harus diikhtiarkan secara optimal,” katanya.
‎
‎Di sisi lain, Daddy mengapresiasi apabila pemerintah kabupaten/kota turut menangani persoalan sampah sejak dari hulu. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir.
‎
‎“Jika ada semangat kabupaten/kota ikut menangani persoalan sampah di hulu, saya juga sangat mengapresiasi. Dengan demikian, tidak semua sampah dibuang ke hilir,” tuturnya.
‎
‎Ia menilai pemilihan dan pemilahan sampah sejak dari hulu menjadi langkah penting. Menurutnya, kondisi yang lebih ideal adalah ketika volume sampah yang masuk ke Legok Nangka semakin sedikit.
‎
‎“Minimal sudah ada pemilihan dan pemilahan. Akan lebih ideal lagi jika volume sampah yang masuk ke Legok Nangka sudah semakin sedikit,” katanya.
‎
‎Sebelumnya, Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Arief Perdana, sebelumnya mengatakan Sarimukti belum dapat langsung ditetapkan sebagai lokasi pembangunan PSEL.
‎
‎Menurut Arief, diperlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan kesesuaian kondisi lahan dengan kebutuhan fasilitas PSEL.
‎
‎“Terkait dengan lahan ini memang belum layak, karena kondisi morfologinya cukup curam. Kemudian tegakannya juga rapat dan yang penting memang airnya ini kita di sana kurang sekali, karena PSEL itu perlu air yang banyak,” kata Arief, Minggu, 30 Agustus 2026.

KoranMandala.com

Published by

Recent Posts

Pembakaran Water Barier dan Vandalisme Tugu Simpang Lima Warnai Aksi di Bandung

KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…

11 jam ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Warga Pertanyakan Prioritas Anggaran Negara

KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

12 jam ago

Viral Pukul Spion Mobil Rabbani, Pria di Cihampelas Jadi Tersangka

KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…

13 jam ago

“Belum Ada Capaian Bermakna”, Kritik Massa Bandung untuk Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…

13 jam ago

Mahasiswa Unpas Beri Rapor Merah Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA –  Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden…

14 jam ago

TKW Purwakarta Meninggal di Qatar, Kisah Heroiknya Belum Terungkap

KORAN MANDALA –Kabar duka datang dari Qatar. Rasem binti Salim, pekerja migran asal Kampung Cibendasari,…

16 jam ago