Daerah

Keteladanan Nabi Muhammad SAW Dinilai Jadi Solusi Hadapi Konflik dan Perbedaan

KORAN MANDALA – Di tengah meningkatnya polarisasi, ujaran kebencian, konflik identitas, dan melemahnya kepedulian sosial, nilai-nilai kehidupan Nabi Muhammad SAW dinilai tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.
‎
‎Dosen sekaligus dekan Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung, Asep Ahmad Shidiq menilai Sejumlah nilai fundamental yang dapat diteladani dari kehidupan Nabi Muhammad SAW di antaranya rahmah, ukhuwah, keadilan, kejujuran, penghormatan terhadap perbedaan, serta kepedulian sosial.
‎
‎Pertama, rahmah. Allah SWT menegaskan bahwa Rasulullah diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam (QS. Al-Anbiya: 107). Karena itu, keberagamaan yang meneladani Nabi seharusnya melahirkan kasih sayang dan kemaslahatan, bukan kebencian dan permusuhan.
‎
‎Kedua, keadilan. Al-Qur’an memerintahkan, “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan” (QS. An-Nahl: 90). Keadilan menjadi penting karena konflik sosial sering kali muncul ketika seseorang hanya melihat kebenaran dari perspektif kelompoknya sendiri.
‎
‎Dalam kehidupan masyarakat yang plural, keadilan berarti mampu menempatkan hak dan kewajiban secara proporsional, termasuk kepada mereka yang berbeda dengan kita.
‎
‎Ketiga, persaudaraan dan kemampuan mengelola perbedaan. Nabi membangun masyarakat Madinah yang memiliki keragaman agama, suku, dan kelompok sosial.
‎
‎Ini menunjukkan bahwa perbedaan tidak harus menjadi sumber perpecahan. Perbedaan dapat dikelola melalui dialog, penghormatan terhadap hak masing-masing, dan orientasi pada kemaslahatan bersama.
‎
‎“Perbedaan merupakan keniscayaan sosial yang menjadi persoalan adalah ketika perbedaan dikelola dengan kebencian, prasangka, dan kekerasan verbal,” Ujarnya Saat di hubungi Koran Mandala Selasa (25/8/2026)
‎
‎Keempat, tabayyun dan etika komunikasi. Dalam masyarakat digital, informasi yang salah dapat membentuk persepsi publik bahkan memicu konflik sosial. Karena itu, prinsip verifikasi informasi merupakan bagian penting dari akhlak komunikasi.
‎
‎“Kita perlu membangun budaya check before share, bukan share before check,” ujarnya.
‎
‎Kelima, kepedulian sosial. Keteladanan Nabi menunjukkan bahwa kesalehan tidak berhenti pada hubungan vertikal dengan Allah, tetapi harus memiliki konsekuensi sosial.
‎
‎“Karena itu, keberagamaan harus terlihat dalam kepedulian kepada fakir miskin, anak yatim, kelompok rentan, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
‎
‎Dalam konteks kekinian, terdapat satu pesan penting yang perlu direnungkan, yakni jangan sampai kecintaan kepada Nabi hanya berhenti pada ekspresi verbal, sementara akhlak Nabi tidak hadir dalam perilaku sosial.
‎
‎“Kalau kita benar-benar mencintai Nabi, maka semestinya komunikasi kita semakin santun, media sosial kita semakin sehat, hubungan sosial kita semakin inklusif, kepedulian kita kepada sesama semakin kuat, dan kehadiran kita di tengah masyarakat semakin memberikan manfaat,” ujarnya.
‎
‎Dengan demikian, Maulid Nabi bukan hanya peristiwa untuk mengenang masa lalu, tetapi momentum untuk memperbaiki masa kini dan menyiapkan masa depan. Inilah relevansi terbesar Maulid: menghadirkan kembali nilai-nilai kenabian dalam konteks kehidupan manusia modern.
‎
‎“Bagi saya, tantangan umat Islam saat ini bukan kekurangan informasi tentang Nabi Muhammad SAW. Informasi tentang beliau sangat melimpah. Tantangannya adalah bagaimana pengetahuan tentang Nabi berubah menjadi kesadaran, kesadaran berubah menjadi sikap, dan sikap berubah menjadi perilaku nyata. Di situlah Maulid menemukan maknanya sebagai gerakan pembentukan akhlak,” pungkasnya.

KoranMandala.com

Published by

Recent Posts

Pembakaran Water Barier dan Vandalisme Tugu Simpang Lima Warnai Aksi di Bandung

KORAN MANDALA – Aksi unjuk rasa memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil…

9 jam ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Warga Pertanyakan Prioritas Anggaran Negara

KORAN MANDALA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…

9 jam ago

Viral Pukul Spion Mobil Rabbani, Pria di Cihampelas Jadi Tersangka

KORAN MANDALA – Aksi premanisme dan pemerasan yang sempat meresahkan pengguna jalan serta viral di…

10 jam ago

“Belum Ada Capaian Bermakna”, Kritik Massa Bandung untuk Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA – Ratusan massa dari berbagai elemen mahasiswa, komunitas, dan warga menggelar aksi evaluasi…

11 jam ago

Mahasiswa Unpas Beri Rapor Merah Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

KORAN MANDALA –  Mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) memberikan rapor merah terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden…

12 jam ago

TKW Purwakarta Meninggal di Qatar, Kisah Heroiknya Belum Terungkap

KORAN MANDALA –Kabar duka datang dari Qatar. Rasem binti Salim, pekerja migran asal Kampung Cibendasari,…

13 jam ago